in

PGN Perluas Jargas Surabaya, 36 Ribu Warga Sudah Ajukan Minat Berlangganan

Kegiatan City Gas Tour 2026 yang digelar di Kota Lama Surabaya, Sabtu (12/9/2026).

HALO BISNIS – Suasana Kota Lama Surabaya tampak lebih semarak dari biasanya. Warga dan komunitas berkumpul mengikuti beragam kegiatan, mulai dari Fun Run, Pound Fit, lomba joget India hingga bazar makanan.

Di balik kemeriahan tersebut, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) membawa satu pesan utama: mengenalkan lebih dekat pemanfaatan gas bumi sebagai energi yang praktis, aman, efisien, sekaligus ramah lingkungan.

Pesan itu dikemas melalui City Gas Tour 2026 yang digelar di Kota Lama Surabaya, baru-baru ini. Surabaya menjadi salah satu dari empat kota di Jawa Timur yang menjadi lokasi kegiatan tersebut, setelah sebelumnya digelar di Sidoarjo dan Probolinggo.

General Manager PGN Sales and Operation Region (SOR) III, Hedi Hedianto, mengatakan City Gas Tour menjadi bagian dari upaya PGN memperkenalkan GasKita, layanan penyaluran gas bumi melalui jaringan pipa untuk rumah tangga maupun usaha kecil.

“City Gas Tour adalah ikhtiar kami untuk terus mempromosikan dan mengenalkan GasKita kepada masyarakat. GasKita merupakan penyaluran gas bumi melalui pipa untuk rumah tangga di perumahan-perumahan dan usaha kecil yang ada di wilayah operasional PGN,” kata Hedi.

Menurut dia, kegiatan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi ajang hiburan bagi masyarakat. Lebih dari itu, City Gas Tour menjadi ruang edukasi agar masyarakat semakin mengenal manfaat gas bumi dalam memenuhi kebutuhan energi sehari-hari.

“Gas bumi adalah energi bersih yang tersedia 24 jam. Energi ini berasal dari bumi Indonesia sendiri, tidak impor, dan mudah-mudahan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Surabaya maupun wilayah lainnya,” ujarnya.

Perluasan edukasi tersebut berjalan beriringan dengan pengembangan jaringan gas bumi (jargas) di wilayah Surabaya dan Gresik.

PGN menargetkan pembangunan jaringan baru yang dapat melayani sekitar 59.990 sambungan rumah (SR) di Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik selama periode 2025–2026.

Area Head PGN Surabaya, Arief Nurrachman, mengatakan edukasi kepada masyarakat juga mencakup cara penggunaan gas bumi secara aman dan selamat. Masyarakat juga diajak ikut menjaga infrastruktur jaringan gas yang berada di lingkungan tempat tinggal mereka.

“Harapannya seluruh masyarakat Kota Surabaya bisa menyambut gembira proses pengembangan jargas dan dapat berlangganan gas PGN. Mengingat gas bumi merupakan energi bersih, ramah lingkungan, efektif, dan efisien,” ujar Arief.

Saat ini, jumlah pengguna gas bumi PGN di Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik telah mencapai sekitar 61.000 pelanggan. Pelanggan tersebut berasal dari berbagai sektor, mulai rumah tangga, komersial hingga industri.

Pengembangan jaringan dilakukan dengan berkoordinasi bersama Pemerintah Kota Surabaya dan pemangku kepentingan terkait. PGN juga melakukan sosialisasi kepada warga di wilayah yang menjadi sasaran pembangunan.

Untuk tahun ini, perluasan jaringan menyasar sejumlah kawasan di Surabaya, meliputi Surabaya Timur, Surabaya Tengah, Surabaya Barat, serta sebagian wilayah Surabaya Utara.

Menariknya, minat masyarakat terhadap perluasan jaringan tersebut terbilang tinggi.

Hingga Agustus 2026, PGN mencatat telah menerima sekitar 36.000 formulir minat berlangganan atau permintaan pemasangan jaringan gas bumi dari masyarakat.

Bagi warga yang telah menggunakan gas bumi, persoalan kehabisan bahan bakar saat sedang dibutuhkan menjadi cerita yang mulai ditinggalkan.

Sindy Wahyudi, warga Jojoran, Surabaya, misalnya, telah menggunakan gas bumi selama sekitar satu tahun. Ia mengaku merasakan langsung kepraktisan energi yang dialirkan melalui jaringan pipa tersebut.

“Kami merasakan manfaat dari penggunaan gas bumi, lebih murah dan praktis. Kami tidak lagi mengalami kebingungan karena kehabisan gas, terutama kalau malam hari. Selain itu, lebih safety,” ujar Sindy.

Selama menggunakan gas bumi, ia mengatakan aliran gas di rumahnya juga berjalan tanpa kendala.

Pengalaman serupa disampaikan Maria, warga Rungkut Menanggal Harapan, Surabaya. Menurutnya, penggunaan gas bumi memberikan kenyamanan karena praktis dan tidak merepotkan.

“Menggunakan gas bumi sangat nyaman, praktis, aman, dan ekonomis. Yang paling penting, sebagai pengguna kita tidak was-was kehabisan gas, apalagi saat malam hari,” ujarnya.

City Gas Tour 2026 digelar di empat wilayah Jawa Timur, yakni Surabaya, Bojonegoro, Sidoarjo, dan Probolinggo.

Setelah Sidoarjo dan Probolinggo, Surabaya menjadi kota berikutnya yang menjadi lokasi kegiatan. Rangkaian City Gas Tour selanjutnya akan berlanjut ke Bojonegoro.

Di Surabaya, PGN menggandeng berbagai komunitas untuk meramaikan kegiatan. Salah satunya melalui Fun Run Night yang diikuti hampir 500 peserta.

Peserta datang dari berbagai komunitas, termasuk komunitas Mandarin dan Bollywood. Berbagai kegiatan tersebut membuat sosialisasi gas bumi berlangsung dalam suasana yang lebih santai dan dekat dengan masyarakat.

Bagi PGN, City Gas Tour menjadi lebih dari sekadar kegiatan promosi. Di tengah geliat pengembangan jaringan gas bumi di Surabaya dan Gresik, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan manfaat gas bumi sekaligus membangun kesadaran mengenai keamanan dan keselamatan penggunaannya.

Di sisi lain, tingginya jumlah formulir minat berlangganan menunjukkan adanya ketertarikan masyarakat terhadap layanan energi berbasis jaringan pipa.

Gas bumi pun perlahan hadir bukan sekadar sebagai energi yang mengalir ke rumah-rumah, tetapi juga sebagai bagian dari keseharian warga kota yang menginginkan energi praktis tanpa harus sibuk mencari gas saat persediaan habis.(HS)

Ahmad Luthfi: Jateng Rumah Bersama, Investasi Pengusaha Tiongkok Capai Rp 4,55 Triliun