in

Ditjen Bimas Katolik Salurkan Rp28,9 Miliar untuk Pemulihan Fasilitas Keagamaan Pascabanjir Aceh-Sumatra

Penyerahan bantuan dari Kementerian Agama senilai Rp28,9 M. (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Banjir bandang yang melanda wilayah Sibolga, pada 25 November 2025 silam, meninggalkan kehancuran bagi masyarakat, tak terkecuali umat Katolik dan fasilitas keagamaan mereka.

Melalui Program Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kemenag, menyalurkan bantuan senilai Rp28,9 miliar untuk mendukung renovasi dan pembangunan kembali fasilitas keagamaan Katolik yang terdampak bencana.

Dari total bantuan tersebut, Rp25,9 miliar dialokasikan untuk 33 lokasi di wilayah Keuskupan Sibolga, yang meliputi bantuan untuk rumah ibadah, biara, seminari, dan tempat peribadatan Katolik.

Sementara Rp3 miliar dialokasikan untuk 25 lokasi di wilayah Keuskupan Agung Medan.

Bantuan untuk Keuskupan Sibolga, diserahkan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, AM  Adiyarto Sumardjono, kepada Uskup Sibolga Mgr  Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga.

“Peristiwa bencana tentu menimbulkan luka dan kehilangan. Namun, bencana alam tidak hanya soal rumah yang rusak, sekolah yang terdampak, atau fasilitas yang hancur. Kita juga perlu melihatnya sebagai momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, sekaligus mengevaluasi cara kita memperlakukan alam,” kata Plt Dirjen Bimas Katolik, AM  Adiyarto Sumardjono, di Sibolga, baru-baru ini.

AM Adiyarto Sumardjono menegaskan, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk hadir dalam seluruh tahapan penanganan bencana, mulai dari pengurangan risiko, respons cepat dan tanggap darurat, hingga pemulihan dan rekonstruksi.

Bantuan yang diserahkan Kementerian Agama melalui Ditjen Bimas Katolik menjadi bagian dari upaya tersebut.

Uskup Sibolga Mgr Fransiskus menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat melalui Ditjen Bimas Katolik atas kepedulian dan bantuan yang diberikan bagi umat di Keuskupan Sibolga.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, dalam hal ini Ditjen Bimas Katolik, yang sudah berbela rasa, peduli, dan mau membantu kami di Keuskupan Sibolga. Saya sangat berterima kasih atas kepedulian pemerintah dan kepedulian Ditjen Bimas Katolik kepada kami. Terima kasih banyak. Tuhan memberkati,” ungkap Mgr Fransiskus, seperti dirilis kemenag.go.id.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Ketua Presidium Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr Antonius Bunyamin OSC, serta  Mgr Sudarso.

Bersama Caritas Indonesia, turut memberikan bantuan perumahan bagi umat yang terdampak bencana. (HS-08)

 

 

ASUS Pamer Laptop Tangguh dan Pintar di Semarang, Garansi hingga 3 Tahun

Rusak Berat Diterjang Banjir Aceh-Sumatera, Gereja Hati Kudus Yesus Pagaran Honas Sibolga Mulai Dibangun