HALO SEMARANG – Institut Seni Indonesia (ISI) Bali menyerahkan hibah karya seni rupa, kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), di Kantor Kemdiktisaintek, Jumat (10/10/2025).
Karya yang diserahkan, terdiri atas lukisan dan fotografi, serta karya tiga dimensi berupa keramik.
Semua karya ini merupakan hasil kreasi civitas academica ISI Bali, yang mencerminkan semangat kreativitas, budaya, dan inovasi teknologi dalam satu harmoni.
Rektor ISI Bali, I Wayan Adnyana menjelaskan bahwa karya yang diserahkan merupakan hasil pembelajaran dan riset kreatif civitas academica ISI Bali.
“Kami ingin membawa hasil pembelajaran kelas, studio, dan laboratorium ke ruang publik, seperti Danau Batur di Bali dan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur,” ujar Rektor ISI Bali, I Wayan Adnyana, seperti dirilis kemdiktisaintek.go.id.
Karya-karya tersebut akan diposisikan di ruang-ruang strategis di lingkungan Kemdiktisaintek, sebagai upaya menghadirkan nuansa estetika, ruang apresiasi seni, sekaligus refleksi nilai kemanusiaan di tengah aktivitas lingkungan kerja.
Inisiatif ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh insan pendidikan tinggi, untuk memandang seni bukan sekadar ekspresi, tetapi juga sebagai medium yang memperkaya jiwa inovasi dan kebangsaan.
Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemdiktisaintek, Togar Mangihut Simatupang, menyampaikan bahwa seni memiliki peran penting dalam menghidupkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Sains dan teknologi tanpa seni akan kering, akan bersifat eksploitasi tapi dengan seni memberikan keindahan dan keseimbangan baru. Karya yang dibawa ISI Bali adalah karya-karya yang telah diselaraskan dan dipikirkan dengan matang tentang warna dan aspek lainnya, kontemplasi yang dalam, sehingga sangat kontekstual dan mengangkat kebudayaan kita,” ujar Togar.
Penyerahan karya seni ini merupakan wujud nyata dari arahan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, yang menekankan pentingnya sinergi sains, teknologi, dan seni dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang berkarakter dan berdampak.
Keseimbangan tersebut diyakini menjadi kunci lahirnya inovasi yang berkelanjutan, berakar pada budaya, dan bermakna bagi kemanusiaan.
Penyerahan hibah dilakukan melalui penandatanganan berita acara serah terima hasil karya seni dari ISI Bali kepada Kemdiktisaintek, yang turut dihadiri Kepala Biro Umum, Humas, dan PBJ, Manifes Zubayr, serta Kepala Biro Keuangan dan BMN, Agus Sunarya Sulaiman.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan Diktisaintek Berdampak, yang menempatkan seni sebagai elemen penting dalam menyeimbangkan pengembangan sains dan teknologi.
Melalui sinergi antara inovasi dan ekspresi artistik, pendidikan tinggi diharapkan terus melahirkan karya yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki makna sosial, budaya, dan estetika yang memperkaya lingkungan serta kehidupan berbangsa. (HS-08)