HALO SEMARANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang melaporkan bahwa sepanjang tahun 2024, delapan orang kehilangan nyawa akibat berbagai kejadian bencana. Selain itu, banyak warga yang mengalami luka-luka dan ratusan lainnya terdampak oleh bencana yang terjadi di wilayah tersebut.
Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto, menjelaskan bahwa sepanjang tahun lalu terjadi total 395 insiden bencana. Dari jumlah tersebut, delapan korban jiwa dilaporkan, termasuk satu orang yang meninggal karena kecelakaan kerja saat memperbaiki mobil tangki solar yang tiba-tiba meledak pada akhir Agustus 2024.
“Dari delapan korban jiwa, tujuh di antaranya merupakan korban tenggelam saat bermain air atau memancing di sungai dan waduk. Tahun 2024 memang mencatatkan banyak peristiwa tragis, termasuk kerugian materiil seperti kerusakan rumah akibat tanah longsor, banjir, dan kebakaran,” ujar Endro pada Minggu (2/3/2024).
Endro menjelaskan lebih lanjut bahwa kejadian tanah longsor terjadi di beberapa lokasi, termasuk kawasan Tembalang, Banyumanik, dan Ngaliyan. Sementara itu, banjir melanda wilayah Genuk, Semarang Utara, dan Semarang Timur. Puncak kejadian bencana terjadi pada bulan Maret dengan 70 insiden, diikuti oleh 62 kejadian di bulan Desember, dan 55 insiden di bulan Januari. Bulan Februari dan April masing-masing tercatat 38 kejadian, sementara September mengalami 34 insiden.
Dengan data ini, BPBD Kota Semarang terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana, demi melindungi masyarakat dari dampak bencana yang mungkin terjadi di masa mendatang.(HS)