HALO SEMARANG – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang mengimbau masyarakat memanfaatkan bantuan pasokan air bersih gratis melalui truk tangki bagi pelanggan yang terdampak gangguan layanan air sejak Sabtu (23/5/2026) sore hingga Minggu (24/5/2026).
Gangguan terjadi akibat kerusakan jaringan pipa transmisi di kawasan Jembatan Tiga Bambankerep, Kecamatan Mijen, yang menyebabkan aliran air di sejumlah wilayah Semarang Barat mengecil hingga berhenti total.
Akibat insiden tersebut, sekitar 40 ribu pelanggan terdampak gangguan distribusi air bersih.
Direktur PT Air Semarang Barat (ASB), Yudi Nurpriyantono mengatakan, pihaknya masih terus melakukan perbaikan jaringan pipa yang mengalami kerusakan dan menargetkan penanganan dapat selesai pada Minggu malam sekitar pukul 21.00 hingga 00.00 WIB.
“Dua hari ini sejak Sabtu sore sampai Minggu layanan air ke pelanggan mengalami gangguan akibat perbaikan pipa untuk wilayah Semarang Barat. Kerusakan dipicu kondisi cuaca ekstrem yang membuat tanah labil di lokasi jaringan pipa,” ujar Yudi saat ditemui di kantornya, Minggu (24/5/2026).
Menurutnya, kondisi tanah di kawasan Jembatan Tiga cukup rawan mengalami pergerakan, terutama saat curah hujan tinggi. Pergerakan tanah itulah yang memicu sambungan pipa bergeser hingga pecah dan bocor.
“Bulan ini saja sudah terjadi tiga kali. Sambungan bermasalah, flange bocor karena tanah bergerak sehingga pipa ikut bergeser dan mencari titik terlemah,” jelasnya.
Yudi mengakui proses perbaikan kali ini cukup sulit karena titik kerusakan berada di area curam dan sulit dijangkau alat berat.
“Cepat atau lambatnya penanganan tergantung tingkat kerusakan dan akses lokasi. Titik sekarang sangat curam sehingga ekskavator membutuhkan waktu untuk mencapai lokasi,” katanya.
Selain Jembatan Tiga, kawasan Jembatan Dua juga disebut menjadi titik rawan kerusakan pipa akibat kondisi tanah labil yang sudah terjadi sejak 2024.
Sementara itu, Plt Direktur Teknik PDAM Tirta Moedal, Hariyadi mengatakan, pihaknya melakukan langkah antisipasi dengan melakukan switching atau pengalihan suplai distribusi air dari sumber lain, yakni TGM Gunungpati dan IPAM Kaligarang.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi dampak gangguan terhadap pelanggan, meski baru mampu melayani sekitar 30 persen dari total pelanggan terdampak.
“Pelanggan yang terdampak seluruh cabang barat, sekitar 40 ribu pelanggan. Switching ini baru bisa membantu sekitar 30 persen,” ujarnya.
Selain pengalihan distribusi, PDAM juga mengoperasikan enam truk tangki air bersih yang terus berkeliling mendistribusikan bantuan ke wilayah terdampak.
“Truk tangki kami sejak kemarin sore terus beroperasi tanpa henti untuk mendistribusikan air bersih,” jelas Hariyadi.
Ke depan, PDAM dan PT ASB juga berencana mendatangkan tenaga ahli dari Jakarta untuk memberikan rekomendasi penanganan permanen terhadap jalur pipa rawan longsor tersebut.
Menurut Hariyadi, titik rawan jaringan pipa di lokasi tersebut mencapai panjang sekitar 120 meter dan terus mengalami pergerakan tanah.
“Padahal air baku dari ASB meng-cover seluruh wilayah Semarang Barat,” katanya.
Terpisah, Kepala Humas PDAM Tirta Moedal, Charisma Mayang Sari menegaskan bantuan air bersih melalui mobil tangki diberikan secara gratis khusus bagi pelanggan terdampak.
Namun karena jumlah pelanggan cukup besar, distribusi air dilakukan secara bertahap berdasarkan skala prioritas.
“Pengiriman air tangki dilakukan berurutan sesuai prioritas wilayah terdampak,” ujarnya.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih darurat dapat menghubungi layanan pelanggan 24 jam melalui WhatsApp atau Call Center di nomor 08112680060 dan layanan bebas pulsa 08001503888.(HS)

