in

Lestarikan Budaya, Pemdes Pamriyan Kendal Gelar Merti Desa

Masyarakat Desa Pamriyan, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal antusias mengukuti Merti Desa dalam rangka Hari Jadi Desa Pamriyan, Minggu (7/7/2024)

HALO KENDAL – Upaya melestarikan budaya leluhur, Pemerintah Desa Pamriyan, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal menggelar kegiatan Sedekah Desa Napak Tilas Kultur Festival dengan rangkaian Jamasan, Khotmil Quran, dan Merti Desa, yang bertepatan 1 Muharam 1446 Hijriah, Minggu (7/7/2024).

Kegiatan Sedekah Desa Napak Tilas Kultur Festival untuk memperingati Hari Jadi Desa Pamriyan tersebut, juga diperkenalkan Pusaka Tombak Kiai Tunggul yang muncul pada tahun lalu. Di mana Pusaka Tombak Kiai Tunggul ini sebelumnya telah dijamas dan diarak mengelilingi desa pada Sabtu (6/7) malam.

Kemudian kembali dikirab dalam acara Merti Desa pada Minggu (7/7) di lapangan Desa Pamriyan. Selain pusaka tombak, dalam acara merti desa juga diarak sejumlah gunungan dari hasil bumi hingga produk UMKM warga setempat dan diramaikan warga Desa Pamriyan.

Kepala Desa Pamriyan, Taufiq Rizal mengatakan, kegiatan merti desa ini dalam rangka untuk memperingati tahun baru Islam, sekaligus peringatan Hari Jadi Desa Pamriyan yang telah ditetapkan setiap tanggal 1 Muharam.

“Ini sejarah baru desa kami, yang bertepatan dengan 1 Muharam. Itu yang kami jadikan sebagai Hari Jadi Desa Pamriyan. Semoga Desa Pamriyan kedepan lebih makmur lagi, sejahtera lagi, warga desa selalu diberikan kesehatan, keselamatan dan selalu bahagia,” ungkapnya.

Taufiq menjelaskan, Pusaka Tombak Kiai Tunggul pertama kali diperkenalkan di Desa Pamriyan usai kegiatan sedekah desa pada tahun ketiga atau tahun 2023 lalu.

“Itu muncul setelah pada malam hari kita kirab obor sejumlah 313 yang mengambil semangat dari kaum muslimin saat perang badar. Selain itu saat berjalan secara hikmad kita melantunkan sholawat nariyah 4.444 kali untuk pagar desa dan kemaslahatan seluruh warga Desa Pamriyan,” jelasnya.

Taufik menambahkan, rangkaian kegiatan sedekah desa meliputi jamasan dan kirab pusaka Kiai Tunggul, khotmil Quran oleh 35 hafidz dan hafidzoh, serta merti desa.

“Semoga warga selalui diberikan kelimpahan rejeki, kemakmuran, kesehatan. Selain itu sebagai upaya nguri-uri budaya. Dimana sekarang ini banyak yang membuat gunungan hasil bumi,” harapnya.

Sementara Camat Gemuh, Kartini, mengapresiasi dan menyambut positif kegiatan Merti Desa Pamriyan. Menurutnya, kegiatan menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antar warga dan sebagai bentuk nguri-nguri budaya leluhur.

“Merti Desa sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, juga upaya nguri-nguri budaya di desa itu. Ini sangat positif dan kami berharap desa lain juga bisa diperingati sebagai mana mestinya. Jadi ada momen yang bisa ditunggu masyarakat dan untuk mengekspresikan karya-karyanya,” ujarnya. (HS-06)

 

Rugikan Pengusaha Asal Semarang Hingga Milyaran Rupiah, Terdakwa Kasus Penipuan Jual-Beli Alat Berat Divonis Penjara Tiga Tahun Lebih

Wajib Ditonton, Lewat Film Komedi-Horor “Sekawan Limo”, Penonton Diajak Berdamai dengan Masa Lalu