in

Hindari Heat Stroke, Dokter Sarankan Jemaah Haji Banyak Minum Air Putih

Foto : kemenag.go.id

 

HALO SEMARANG – Jemaah haji, kelak ketika berada di Tanah Suci, disarankan untuk banyak meminum air putih.

Hal itu merupakan salah satu cara beradaptasi dan mencegah heat stroke, karena suhu udara diperkirakan mencapai 40 derajat Celsius.

Imbauan itu disampaikan Kemenag RI, melalui kemenag,go.id, terkait dampak suhu udara tinggi di Tanah Suci.

Kasi Lansia, Disabilitas, dan PKP3JH Daker Madinah, Dokter Leksmana, di Jakarta, baru-baru ini mengatakan heat stroke atau serangan panas, adalah bentuk hipertermia atau penyakit yang berhubungan dengan panas.

Heat stroke ditandai dengan peningkatan suhu tubuh yang tidak normal serta gejala fisik yang menyertainya, termasuk perubahan fungsi sistem saraf.

“Jemaah haji, khususnya lansia, sebaiknya sudah mempersiapkan kondisi dan menjaga serta meningkatkan kesehatan dirinya, terlebih sebelum melaksanakan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, termasuk juga harus mengenali kondisi gejala heat stroke,” ungkap Leksmana.

Menurut dia, jika gejala heat stroke tidak segera ditindaklanjuti, maka dapat berdampak buruk pada kesehatan.

Dia juga mengatakan gejala heat stroke antara lain mengalami dehidrasi, serangan panas, lemas, hilang fokus, dan rusaknya permukaan kulit.

Guna menghindari hal itu, Leksmana menyarankan sejumlah tips, yakni banyak minum air putih, tanpa harus menunggu haus.

Upayakan meminum tiga sampai empat liter air atau setara dengan 12 sampai 16 gelas per hari.

“Minum air putih yang banyak, hindari meminum air kopi atau the, apalagi yang mengandung gula,” kata Leksmana.

Berikutnya, dia juga menyarankan agar sering menyemprot wajah dengan air bersih untuk mengurang panas di kulit.

Bagi yang melakukan aktivitas di luar hotel atau penginapan, disarankan menggunakan alat pelindung diri, misalnya payung, topi berdaun lebar, kacamata hitam, pelembap kulit, tabir surya (sunscreen) dan masker medis untuk menjaga kelembapan aliran napas.

“Jangan lupa pakai baju longgar dan nyaman untuk dapat mencegah naiknya suhu tubuh, berlindung dari sengatan matahari langsung, dan istirahat yang cukup,” ucapnya.

Kuota haji Indonesia 1445 H/2024 M adalah 241.000 jemaah, terdiri atas 213.320 jemaah haji reguler dan 27.680 jemaah haji khusus.

Dari jumlah itu, ada lebih kurang 45.000 jemaah lansia dengan usia 65 tahun ke atas.

Kepada jemaah haji lansia, dia berpesan untuk mengkonsultasikan kondisi kesehatannya kepada dokter yang biasa menanganinya. Sehingga dapat diketahui tindakan seperti apa yang dapat dilakukan.

“Mintakan saran dokter terkait kondisi kesehatan, termasuk juga olahraga ataupun aktivitas fisik yang dianjurkan untuk menjaga kesehatan,” ungkapnya.

“Jemaah juga harus membawa obat-obatan pribadi yang dibutuhkan. Sebab dikhawatirkan obat-obatannya yang dibutuhkan tidak termasuk dalam list obat yang disiapkan tim kesehatan,” kata dia. (HS-08)

Masih Pantas Bertarung di Oktagon

Demi Orang Indonesia Hidup Lebih Lama dan Lebih Sehat, WHO Sarankan Hentikan Konsumsi Lemak Trans