in

Banjir di Demak Meluas, Griya Bhakti Praja Mangunjiwan Tergenang

 

HALO DEMAK – Banjir yang melanda Kabupaten Demak, merendam permukiman warga di Griya Bhakti Praja Mangunjiwan. Meskipun tak dalam dan hanya beberapa sentimeter, genangan air di perumahan ini menandakan bahwa banjir di Demak makin meluas.

Warga setempat melihat air mulai menggenangi halaman rumah, pada dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB, saat waktu sahur, Senin (18/03/2024).

Salah satu warga RT 06/RW 07 Mangunjiwan, Demak, Suyadi, menceritakan halaman depan rumahnya mulai tergenang banjir.

“Banjir mulai mengalir saat sahur tadi, di komplek blok lain sudah mulai banjir terlebih dahulu dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa,” kata Suyadi, seperti dirilis dinkominfo.demakkab.go.id.

Lebih lanjut, Suyadi mengungkapkan bahwa pagi tadi, kurang lebih pukul 06.30 WIB, air sudah mulai naik dan masuk ke dalam rumah, terutama di wilayah Griya Bhakti Praja Blok K.

Kejadian ini membuat warga setempat merasa khawatir dan berharap agar banjir bisa segera surut, sehingga mereka dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan mudah.

Situasi banjir yang terjadi di Griya Bhakti Praja Mangunjiwan merupakan bagian dari dampak meluasnya banjir yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Demak, akibat intensitas hujan yang tinggi beberapa hari terakhir.

Dalam menghadapi situasi ini, solidaritas dan kerjasama antar warga menjadi sangat penting.

Warga setempat juga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas penanganan bencana, demi keselamatan dan kenyamanan bersama dalam menghadapi musibah banjir yang melanda.

Untuk diketahui, banjir di Kabupaten Demak, Minggu (17/3/24) semakin meluas. Selain merendam puluhan desa di empat kecamatan akibat tanggul jebol. Air juga sudah merendam jalan dan perkampungan di dalam kota.

Air yang merendam jalan dalam kota, dengan ketinggiannya bervariasi 10 sampai 30 cm.

Di antaranya jalan panjang jimat depan kabupaten, jalan kyai jebat depan masjid Darussalam, jalan Kyai singkil Depan MI Sultan Fatah.

Kemudian sebagian jalan Pemuda, jalan bhayangkara baru dan pertigaan kauman depan kantor Kemenag Demak.

Sedangkan daerah sampangan sudah terendam lebih dari tiga hari yang airnya terus menambah.

“Di sampangan ini hingga pertigaan kyai Turmudzi hingga belakang pasar sudah terendam lebih tiga hari, dan airnya terus meninggi hingga 50 cm,” terang Shali warga Sampangan.

“Pertokoan dan kios sementara pada tutup karena untuk akses dari perempatan kodim serta di ujung pertigaan  Kyai Turmudzi ditutup, selain dalam juga di khawatirkan jika ada mobil lewat akan menimbulkan gelombang,” tambahnya.

Sementara wilayah yang tidak pernah terdampak banjir pun turut tergenang. Seperti di kauman sekitar masjid Agung Demak seluruh kampung tergenang air dengan ketinggian variatif 10 centimeter – 30 centimeter. Bahkan di jalan kauman 3 sudah terendam dua hari.

“Untuk kauman tiga sudah terendam dua hari ini dan meninggi, sedangkan di jalan utama kauman ll terendam mulai sabtu malam tadi dan terpantau terus meluas,”  Jelas Zaky warga kauman.

Dari pantauan di lapangan debit air di sungai tuntang (Kali Tuntang) yang memisahkan jalan Kyai Singkil dan Kauman tersebut cukup tinggi hingga menutupi taman kali tuntang.

Sehingga air yang berada di wilayah kauman dan jalan Kyai singkil, Kyai Jebat tertahan tidak bisa mengalir masuk di sungai bersejarah tersebut. (HS-08)

Dinsos Kabupaten Semarang Bantu Penanganan Banjir Grobogan

Hari Keenam Banjir Semarang, Sebanyak Ratusan Warga Masih Mengungsi