in

Desa Lumansari dan Penyangkringan Kendal Jadi Pilot Project Program Padat Karya

Program padat karya di Desa Penyangkringan, Weleri, Kendal beberapa waktu lalu.

HALO KENDAL – Bupati Kendal, Dico M Ganinduto kembali memberikan apresiasi tinggi pada kegiatan Padat Karya yang berlangsung di Desa Lumansari, Kecamatan Gemuh dan Desa Penyangkringan, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal terutama dalam melibatkan warga setempat.

Bupati menjelaskan, jika pembangunan diusahakan merata hingga tingkat desa dan tidak berfokus pada pusat kota saja. Adapun pengerjaan padat karya dengan melakukan rabat beton di desa tersebut ditargetkan selesai dalam kurun waktu 15 hari kerja.

“Melalui program padat karya ini kita bisa menurunkan angka pengangguran dan program ini mengambil satu titik di setiap kecamatan. Kita juga tidak selalu fokus di kota-kota saja, namun diusahakan fokus sampai di tingkat desa,” jelas Dico, Jumat (16/6/2023).

Padat Karya tahun 2023 Kabupaten Kendal menetapkan 20 desa se-Kabupaten Kendal dengan setiap kecamatan satu desa. Hal tersebut sebagai proyek percontohan yang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja.

Kepada kepala desa yang menerima program ini, Bupati berpesan supaya mampu melaksanakannya dengan baik. Kemudian infrastruktur yang sudah dibangun supaya dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat serta dijaga dan dirawat dengan baik.

“Semoga, program padat karya ini bisa menyerap banyak tenaga kerja, termasuk upah agar bisa diberikan tunai kepada tenaga kerja yang terlibat setelah pekerjaan ini selesai,” ungkap Dico.

Di sisi lain Bupati Kendal juga turut memberikan sosialisasi terkait program serupa dengan padat karya yaitu program Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Dana Dusun yang ditargetkan tahun 2024 telah tersalurkan 100 persen.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kendal, Cicik Sulastri menjelaskan, bahwa Program Padat Karya Tahun 2023 menggunakan dana APBD dengan nilai sebesar Rp 75 Juta per Desa.

Selain upah, pekerja juga akan mendapatkan perlindungan asuransi Kecelakaan Kerja dan Kematian Kerja dari BPJS Ketenagakerjaan selama satu bulan.

“Dana pada program padat karya ini menggunakan APBD dan ini menjadi Proyek Percontohan dengan 20 titik desa. Dengan rincian total pekerja sebanyak seribu orang, dan masing-masing desa sebanyak 50 pekerja,” ujar Cicik, Rabu (14/6/2023) lalu.(HS)

Geliatkan Kembali Sektor Industri, Pemkot Semarang Komitmen Lakukan Perbaikan Infrastruktur

Melepas Keberangkatan Atlet POPDA, Wali Kota Semarang Siapkan Bonus Bagi Atlet Berprestasi