in

Silpa APBD Tahun 2022 Mencapai Rp 318.9 Miliar, Dewan Minta Pemkot Semarang Evaluasi

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat melaporkan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Semarang Tahun 2022 di Rapat Paripurna DPRD Kota Semarang, Senin (10/7/2023).

HALO SEMARANG – Silpa APBD Kota Semarang Tahun 2022 meningkat menjadi sebesar Rp 318,9 miliar, dengan realisasi pendapatan Rp 4,97 triliun dan belanja Rp 4,9 triliun.

Jumlah silpa tersebut tercatat lebih besar jika dibandingkan dengan silpa tahun 2021, yakni sebesar Rp 279,6 miliar. Dengan realisasi pendapatan APBD di tahun 2021 yaitu Rp 4,8 triliun dan belanja Rp 4,7 triliun.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menjelaskan, bahwa peningkatan silpa yang menjadi Rp318,9 miliar disebabkan ada beberapa program yang tidak bisa terealisasi karena waktunya yang singkat.

“Memang program tidak bisa teralisasi oleh dinas tertentu, karena waktu yang terlalu mepet, sehingga tidak dilakukan pada akhir tahun 2022 itu juga. Nantinya, (silpa) akan dipakai untuk kegiatan lainnya pada tahun 2023, seperti peningkatan infrastuktur dan program pemberdayaan masyarakat. Diharapkan (anggaran) di dinas-dinas pada tahun 2023 ini bisa terserap semuanya agar anggaran belanja lebih bagus bisa mencapai 99,99 persen,” ungkapnya.

Mbak Ita, sapaan akrab Hevearita Gunaryanti Rahayu menerangkan, realisasi pendapatan APBD tahun 2022 sebesar Rp 4,97 triliun. Dengan realisasi belanja Rp 4,9 triliun.

“Dan realisasi penerimaan pembiayaan sebesar Rp 279.624.248. Serta realisasi pengeluaran pembiayaan Rp 58.175.000.000,” imbuhnya.

Menanggapi peningkatan silpa tersebut, Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman mengatakan, silpa pelaksanaan APBD Kota Semarang tahun 2022 sebesar Rp 318,9 miliar lebih besar dibandingkan dari tahun 2021. Karena anggaran tidak terserap semuanya melalui program dinas.

Sehingga, pihaknya meminta Pemkot Semarang agar bisa mengevaluasi kinerja dan kegiatan dinas agar silpa di tahun 2023 nanti bisa makin kecil. Mengingat anggaran silpa tersebut seharusnya bisa digunakan untuk masyarakat dan seharusnya termanfaatkan dengan maksimal.

“Kalau silpa tersebut dipakai dengan maksimal dan bisa diminimalisir akan dirasakan (manfaatnya) oleh masyarakat,” tegas Pilus, sapaan akrab Kadarlusman. (HS-06)

Ratusan Peserta Meriahkan Fun Bike 10K Perayaan HUT Pertama Hotel Aruss Semarang

BNI Badminton Asia Junior Championships 2023: Indonesia ke Final Tantang Jepang