Selain itu, juga dihadiri 50 peserta pelatihan dari berbagai kalangan usaha muda, baik pemula dan pelaku bisnis konvensional di Wilayah Banjarnegara. Mentor yang dihadirkan, pengusaha sukses dan berpengalaman di bidang teknologi informasi dan pemasaran online.
Sekretaris DPC Partai Demokrat Banjarnegara, Slamet menjelaskan, kegiatan pelatihan ini diinisiasi oleh DPC bersama anggota DPRD Banjarnegara Fraksi Partai Demokrat yang bertujuan membawa semangat baru khususnya generasi muda (Gen Z) untuk melakukan usaha mandiri, walau tidak memiliki lapak atau pasar di perkotaan.
Diharapkan, para peserta dapat memanfaatkan teknologi yang ada untuk membantu memasarkan prodak UMKM yang ada di Banjarnegara dan juga mendongkrak perputaran uangnya.
”Ya kami sangat prihatin melihat keadaan perekonomian saat ini, banyak UMKM kita yang seolah tidak mau naik kelas. Ternyata, mereka terkendala pemasaran. Semoga dengan pelatihan marketing digital yang diinisiasi DPC Partai Demokrat Banjarnegara, pemasaran produk UMKM bisa semakin luas,” ungkap Slamet.
Dirinya menambahkan, membangun perdagangan online baru kali pertama di lakukan oleh DPC Partai Demokrat Banjarnegara. Sedang materi pelatihan meliputi digital marketing, pelatihan Barista, konten kreator dan pelatihan manajemen keuangan.
”Kita melakukan kegiatan ini dalam sepuluh putaran. Empat kali di Rumah Kreasi Partai Demorat dan putaran selanjutnya di masing-masing daerah pemilihan se-Kabupaten Banjarnegara,” tandas Slamet.
Sementara itu, Bupati Banjarnegara, dr Amalia Desiana pada kesempatan tersebut mengapresiasi kegiatan Pelatihan Digital Marketing yang digelar oleh DPC Partai Demokrat Banjarnegara.
”Pelatihan digital marketing menjadi sangat penting di era digitalisasi. Oleh karena itu kami mendorong kaum milenial dan Gen Z menguasai ilmu ini untuk bersama – sama membangun simpul perekonomian baru di Banjarnegara,” ujarnya.
Bupati juga menegaskan, pihaknya siap berkolaborasi dengan Rumah Kreasi Partai Demokrat termasuk dalam membantu permodalannya. Menurutnya, untuk modal bisa menggunakan jasa perbankan dengan bunga rendah, sehingga pelaku UMKM Banjarnegara tidak terlilit pinjol yang bunganya tidak jelas.
“Saya meminta kepada para peserta, lebih bersemangat untuk menjadi pengusaha sukses di lingkungannya. Gunakan media ini sebaik – baiknya untuk hal – hal positif dan memberikan aura yang baik kepada masyarakat luas termasuk dalam memasarkan produk yang dimiliki,” pesannya.
Bupati juga berharap, para peserta nantinya dapat bekerja sama dengan membangun relasi dengan berbagai jaringan atau media online.
“Saat ini, berbisnis itu tidak harus mempunyai tempat di kota atau pinggir jalan raya, tetapi di desa pun jadi. Jadi melalui pelatihan ini, kita bisa belajar kepada mereka yang sudah berhasil,” harapnya. (HS-06)