HALO KLATEN – Pemerintah Kabupaten Klaten menggelar karnaval pembangunan. dalam rangka Hari Jadi ke-222 Klaten dan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Rabu (19/08/2026) di Sepanjang Jalan Pemuda Klaten.
Tak hanya menyuguhkan kemeriahan, 38 kontingen mobil hias turut menjadi etalase untuk mengenalkan berbagai layanan, inovasi, dan capaian prestasi Kabupaten Klaten.
Mobil hias tersebut menampilkan kreativitas dari perangkat daerah serta sejumlah perusahaan dan pihak swasta di Kabupaten Klaten.
Beberapa di antaranya adalah mobil bertema Lapor Mas Bup, Mbak Marsini, Kampanye Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan), Identitas Kependudukan Digital, program KKN Masuk Desa, hingga sejarah.
Tak hanya inovasi, capaian prestasi Pemerintah Kabupaten Klaten juga turut ditampilkan, salah satunya keberhasilan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama delapan kali berturut-turut.
Tampil pula memeriahkan jalannya karnaval, drumband Akademi Angkatan Udara (AAU).
Selain mereka, ada pula tema Mataram Kuno, yang menghadirkan ragam pertunjukan seni dan kreativitas masyarakat, sekaligus menggambarkan jejak sejarah serta kekayaan budaya Klaten dari 26 Kecamatan, Perkumpulan Olahraga Tarian Baris Indonesia (POTBI) Klaten, dan Pemuda Hindu Klaten.
Dalam iring-iringan di sepanjang Jalan Pemuda Klaten tersebut, peserta juga menampilkan cerita Candi Plaosan, Gunung Merapi, Ya Qowiyyu, Candi Merak, Umbul, Tarian hingga Payung Juwiring lengkap disajikan dalam acara tersebut.
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan acara karnaval pembangunan menampilkan capaian apa yang telah diraih Kabupaten Klaten.
“Karnaval hari ini para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menampilkan capaian-capaian dan program-program andalan yang dimiliki Pemerintah Daerah dengan divisualisasikan dengan mobil hias,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan selain dari OPD, turut dimeriahkan mobil hias luar dari perusahaan swasta yang ada di Klaten.
“Alhamdulillah masyarakat tumpah ruah turut menyaksikan, kemudian untuk karnaval hari ini dibuka dengan penampilan drumb band dari Akademi Angkatan Udara (AAU) yang sangat luar biasa,” jelasnya.
Terkait tema, karnaval budaya kali ini juga mengangkat kejayaan Klaten pada masa lalu.
Menurut Hamenang, keberadaan Kerajaan Medang menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah Klaten yang perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat.
Melalui karnaval budaya tersebut, sejarah dan kejayaan masa lalu diharapkan dapat kembali dikenalkan sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun kebanggaan masyarakat.
“Untuk membangkitkan kembali kejayaan kita di masa lalu, kita kenalkan sejarah Klaten di masa lampau atau Mataram Kuno. Maka ada 28 kontingen dari 26 Kecamatan dan lainnya, yang akan menceritakan sejarah tersebut,” terangnya. Ia berharap kegiatan budaya tersebut tidak hanya menjadi sarana pelestarian sejarah dan budaya, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Sementara itu, salah satu peserta, Camat Tulung Hendri Pamungkas, mengatakan sangat antusias mengikuti karnaval budaya dengan mengenakan pakaian Begawan Tirta Amerta.
“Kami melibatkan perangkat desa dan mahasiswa KKN dalam latihan. Kami mengangkat tema air kehidupan karena Kecamatan Tulung memiliki sejumlah mata air alami,” jelasnya.
Sementara, salah satu warga Klaten, Lina mengaku turut senang menyaksikan karnaval.
Ia mengaku senang melihat semua tampilan mobil-mobil hias yang melintas di jalan Pemuda. “Semuanya bagus mobilnya, keren,” jelasnya.
Salah satu warga, Rini mengaku senang bisa melihat karnaval dengan tema Mataram Kuno.
“Saya dari Desa Belateran, nonton bareng sama adik, dan kakak. Senang sekali bisa melihat karnaval,” kata dia. (HS-08)


