in

DPRD Jateng Dorong Industri Hijau Dikenalkan Sejak Bangku SMA dan SMK

Sekretaris DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, sekaligus Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko.

HALO SEMARANG — Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Heri Pudyatmoko mendorong konsep industri hijau mulai dikenalkan kepada siswa SMA dan SMK di Jawa Tengah. Langkah tersebut dinilai penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan industri sekaligus tantangan pembangunan berkelanjutan.

Menurut Heri, transformasi menuju industri yang ramah lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan pelaku usaha. Dunia pendidikan juga perlu mengambil peran dengan menanamkan pemahaman mengenai ekonomi hijau sejak dini.

“Kesadaran terhadap industri hijau harus dibangun sejak masih di bangku sekolah. Dengan begitu, ketika mereka memasuki dunia kerja atau menjadi pelaku usaha, pola pikir berkelanjutan sudah menjadi bagian dari karakter mereka,” ujar Heri.

Ia menilai pendidikan merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja, tetapi juga memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Pengenalan konsep industri hijau, kata Heri, dapat dilakukan melalui pembelajaran di sekolah, kegiatan berbasis lingkungan, maupun kolaborasi langsung dengan dunia usaha. Dengan cara tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan pemahaman secara teori, tetapi juga melihat penerapannya dalam kehidupan dan dunia kerja.

“Sekolah dapat menjadi ruang untuk membangun budaya peduli lingkungan sekaligus mengenalkan praktik-praktik industri yang lebih efisien, hemat energi, dan ramah lingkungan,” katanya.

Foto ilustrasi.

Heri mengatakan kebutuhan dunia industri terus berkembang. Prinsip keberlanjutan kini semakin menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha, sehingga lulusan SMA dan SMK perlu memiliki wawasan yang relevan dengan perubahan tersebut.

Menurutnya, penguasaan keterampilan teknis perlu berjalan beriringan dengan pemahaman mengenai efisiensi energi, pengelolaan limbah, penggunaan sumber daya secara bijak, serta praktik usaha yang memperhatikan dampak lingkungan.

“Lulusan sekolah tidak cukup hanya siap bekerja. Mereka juga harus memahami bagaimana dunia kerja ke depan akan semakin menuntut proses produksi yang efisien dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Karena itu, Heri mendorong penguatan sinergi antara pemerintah, sekolah, perguruan tinggi, dan dunia usaha. Kolaborasi tersebut diperlukan agar pendidikan dapat mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan industri, termasuk dalam penerapan prinsip industri hijau.

Ia berharap pengenalan industri hijau di tingkat sekolah dapat menjadi investasi jangka panjang dalam membentuk sumber daya manusia Jawa Tengah yang kompetitif sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

“Transformasi menuju industri hijau harus dimulai dari perubahan pola pikir. Jika kesadaran itu sudah tumbuh sejak di sekolah, kita akan memiliki generasi yang siap mendorong pembangunan ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” pungkas Heri Pudyatmoko.(HS)

DPRD Jateng Dorong KDMP dan BUMDes Bersinergi, Bukan Saling Bersaing

275 Kebakaran Terjadi di Jateng, DPRD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan Saat Kemarau