in

275 Kebakaran Terjadi di Jateng, DPRD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan Saat Kemarau

Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko.

HALO SEMARANG — Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau. Menurutnya, pencegahan harus menjadi prioritas karena tingginya risiko kebakaran dapat menimbulkan kerugian ekonomi sekaligus mengancam keselamatan warga.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, tercatat 275 kejadian kebakaran selama periode 5 Juni hingga 19 Juli 2026.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 56 kejadian merupakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sedangkan 219 lainnya merupakan kebakaran gedung dan rumah.

Heri mengatakan angka tersebut harus menjadi peringatan bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kehati-hatian, terutama ketika kondisi cuaca semakin kering dan aktivitas yang melibatkan api berpotensi memicu kebakaran.

“Musim kemarau membuat risiko kebakaran meningkat. Karena itu, kewaspadaan masyarakat harus terus ditingkatkan agar kejadian serupa dapat dicegah sejak dini,” ujar Heri.

Data BPBD menunjukkan lahan tebu menjadi salah satu kawasan yang paling banyak terdampak karhutla. Kerugian akibat kebakaran hutan dan lahan diperkirakan mencapai Rp607 juta.

Sementara itu, kebakaran gedung dan rumah menimbulkan kerugian yang jauh lebih besar, yakni sekitar Rp27 miliar.

Tim pemadam menyemprotkan air di tumpukan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang untuk menghindari kebakaran saat musim kemarau.

Melihat tingginya potensi kerugian, Heri meminta pemerintah daerah bersama BPBD, TNI-Polri, pemadam kebakaran, serta pemerintah desa memperkuat upaya mitigasi selama musim kemarau.

Langkah tersebut dapat dilakukan melalui patroli di wilayah rawan, pemetaan titik yang berpotensi terjadi kebakaran, serta sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

“Pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan setelah kebakaran terjadi. Edukasi kepada masyarakat dan kesiapsiagaan seluruh unsur harus terus diperkuat selama musim kemarau berlangsung,” katanya.

Heri juga mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan serta memastikan instalasi listrik dan penggunaan sumber api di rumah berada dalam kondisi aman.

Menurutnya, kewaspadaan sederhana di tingkat rumah tangga maupun lingkungan dapat membantu mencegah kebakaran sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi faktor penting untuk menekan jumlah kejadian kebakaran. Selain mengurangi kerugian materi, pencegahan juga diperlukan untuk melindungi keselamatan warga dan menjaga kelestarian lingkungan.

“Kebakaran bukan hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa dan merusak lingkungan. Karena itu, mari bersama-sama meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan agar musim kemarau dapat dilalui dengan aman,” pungkasnya.(HS)

DPRD Jateng Dorong Industri Hijau Dikenalkan Sejak Bangku SMA dan SMK

184 Ribu Warga Jateng Terima Bantuan Air Bersih, DPRD Dorong Solusi Jangka Panjang