HALO KENDAL – Aliansi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu Indonesia (PWI) akan terus mengawal proses pendampingan perubahan status dari PPPK paruh waktu agar bisa diangkat menjadi penuh waktu pada 2027.
Hal itu ditegaskan Ketua Aliansi PPPK PWI, Edi Wibowo, usai penyerahan SK PPPK Paruh waktu di Alun-alun Kendal, Selasa (6/10/2026).
Dikatakan, pihaknya telah menempuh berbagai tahapan pendekatan persuasif di tingkat nasional, termasuk audiens bersama kementerian terkait dan DPR RI.
“Saat ini, tercatat ada sebanyak 1.085 orang PPPK paruh waktu di Kabupaten Kendal yang meliputi tenaga guru, tenaga kesehatan atau nakes, dan tenaga teknis,” ujar Edi.
Ia menyebut, dalam pergerakannya di tingkat pusat, aliansi PPPK PWI melalui Aliansi Merah Putih telah melakukan pendekatan dengan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad dan Saan Mustopa, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Berdasarkan pembahasan tersebut, lanjut Edi, disepakati bahwa penyelesaian pengalihan status PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu ditargetkan terealisasi pada awal tahun 2027.
“Di tingkat daerah, khususnya Kabupaten Kendal, aliansi PPPK PWI juga gencar melakukan pendekatan kepada pemerintah daerah,” ujarnya.
Terkait pembiayaan, Edi juga menjelaskan, mekanisme anggaran yang diperjuangkan di tingkat pusat adalah pengambilalihan beban gaji dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjadi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Skema ini diharapkan mampu mengatasi kendala keterbatasan anggaran yang kerap dialami pemerintah daerah dalam menyelesaikan status PPPK paruh waktu,” jelasnya.
Edi berharap Pemkab Kendal dapat memberikan respons positif serta apresiasi terhadap perjuangan para PPPK paruh waktu tersebut, agar target penyelesaian status di tahun 2027 dapat tercapai sepenuhnya.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kendal, atas perpanjangan PPPK paruh waktu untuk tahun 2027,” ujarnya.
Edi juga berharap, status paruh waktu menjadi penuh waktu bisa diselesaikan di Tahun 2027, mengingat Pemda Kendal anggaran APBD-nya surplus sejak tahun 2025.
“Kendal adalah kabupaten dengan pertumbuhan ekonomi terbaik di jawa tengah. Selain itu, juara 1 nasional PPD atau penghargaan pembangunan daerah tahun 2026, dan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal TW II – 2026 tertinggi di Jawa Tengah,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DPD PPPK PWI Kabupaten Kendal, Ali Subkhan, juga mengucapkan terima kasih kepada Pemkan Kendal yang terus melakukan koordinasi dengan baik.
Dirinya juga mengimbau kepada seluruh anggota di Kendal, agar tetap menjaga loyalitas, integritas, dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Menurut Ali, kedisiplinan tidak boleh sebatas saat pengisian daftar hadir atau absensi semata, melainkan harus ditunjukkan melalui komitmen dalam menyelesaikan seluruh beban pekerjaan dengan baik dan tepat waktu.
“Saya mengajak dan berharap kepada teman-teman untuk loyal pada pimpinan, disiplin, tidak hanya waktu absen saja, tetapi disiplin menyelesaikan pekerjaan. Integritas dan dedikasi harus kita jaga,” ujarnya.
Ali juga mengingatkan pentingnya mempertahankan nama baik dan prestasi yang telah diraih Kendal. Menurutnya, kinerja dan dedikasi para pegawai menjadi kunci utama dalam menjaga predikat positif tersebut.
“Kami berharap agar seluruh anggota PWI terus konsisten menjaga etos kerja, hingga nantinya dapat dialihkan dari PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu yang bersumber dari anggaran APBN,” pesannya.(HS)


