in

Minimalisir Dampak Kebakaran TPA Jatibarang, Pemkot Semarang Gencarkan Penyiraman Jalan

Penyiraman jalan secara masif yang dilaksanakan Damkar Kota Semarang, untuk mengurangi dampak debu dan asap yang dirasakan warga di sekitar kawasan TPA Jatibarang pada Senin (5/10/2026) malam.

HALO SEMARANG – Penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang, Kota Semarang, terus berlanjut. Setelah titik api utama berhasil dikendalikan hingga 93 persen, Pemerintah Kota Semarang kini memperkuat langkah pendinginan sekaligus mengurangi dampak debu dan asap yang dirasakan warga di sekitar kawasan TPA.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng memimpin penyiraman jalan secara masif pada Senin (5/10/2026) malam. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan debu di permukaan jalan agar tidak kembali beterbangan atau mengalami resuspensi dan kemudian terhirup warga maupun pengguna jalan.

Kebakaran TPA Jatibarang sendiri telah berlangsung sejak Rabu (30/9/2026).

Agustina mengatakan penanganan tidak berhenti setelah api utama berhasil dikendalikan. Menurutnya, masih terdapat bara dan titik panas yang harus terus dipantau agar tidak berkembang menjadi titik api baru.

“Kita bergerak cepat setelah titik api utama di TPA Jatibarang berhasil dikendalikan hingga 93 persen. Namun langkah penanganan tidak boleh berhenti di situ. Ada tiga hal yang harus kita pastikan bersama: pemadaman tuntas hingga titik asap hilang, pencegahan timbulnya titik api baru, dan yang paling krusial adalah melindungi kesehatan masyarakat dari dampak debu serta asap,” tegas Agustina.

Penyiraman jalan dimulai sekitar pukul 21.00 WIB. Puluhan personel dan armada tangki gabungan dikerahkan dari Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), serta Kodim.

Kegiatan tersebut turut didampingi Sekretaris Daerah Kota Semarang, para asisten Sekda, dan pimpinan perangkat daerah teknis terkait.

Lima jalur utama di kawasan permukiman menjadi sasaran penyiraman.

Rute pertama melintasi Jalan Untung Suropati, mulai kawasan Muradi hingga SMAN 7 Semarang. Dari sekolah tersebut, penyiraman dilanjutkan menuju SDN Ngaliyan 04 hingga Perumahan Luxury Grand.

Tim juga menyisir jalur dari pertigaan Panjangan menuju SD Marsudirini Mayangsari Kalipancur. Jalur lainnya berada di Jalan Gatot Subroto kawasan Klampisan, dari pertigaan Pasadena ke arah utara hingga lampu merah Purwoyoso.

Penyiraman juga dilakukan pada jalur dari kawasan Sam Poo Kong menuju Kalipancur.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi paparan debu di kawasan permukiman. Debu yang berasal dari pembakaran sampah berpotensi membawa partikel halus PM2,5 serta sejumlah senyawa, antara lain PAH, karbon hitam, dan logam berat, yang dapat mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan dan kardiovaskular.

Selain penanganan di lapangan, Pemkot Semarang juga memastikan layanan kesehatan dan bantuan bagi masyarakat di kawasan terdampak tetap tersedia.

Posko Dapur Umum Mobile dan Ambulance Hebat disiagakan. Pemantauan kondisi kesehatan warga juga dilakukan di Kelurahan Kedungpane, Tambakaji, dan Bambankerep.

Agustina turut mengingatkan personel yang bertugas agar memperhatikan kesehatan dan keselamatan selama proses penanganan kebakaran berlangsung.

Penanganan kebakaran melibatkan tim lintas sektor. Unsur yang terlibat antara lain BPBD Kota Semarang, BPBD Jawa Tengah, Dinas Pemadam Kebakaran, DLH, DPU, Dinas Kesehatan, Satpol PP, TNI/Polri, jajaran kecamatan dan kelurahan, serta relawan masyarakat.

Pemantauan juga diperkuat dengan penggunaan drone thermal dari Sat Brimob Polda Jawa Tengah. Sejumlah unsur masyarakat seperti Karang Taruna, PSM, Linmas, FPRB, dan LPMK turut dilibatkan.

Berdasarkan Situation Report (SITREP) BPBD Kota Semarang per Selasa (6/10/2026), area terdampak kebakaran di Zona 1, 2, dan 3 sebelumnya mencapai sekitar 10 hektare.

Kini, area titik panas yang masih terpantau menyusut menjadi 0,163 hektare atau sekitar 1.630 meter persegi.

Meski luas titik panas telah berkurang signifikan, proses pendinginan dan pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan bara benar-benar terkendali dan tidak muncul titik api baru.

“Penanganan akan terus kami lanjutkan hingga bara dapat dikendalikan dan kondisi lingkungan di sekitar TPA Jatibarang semakin pulih,” pungkas Agustina.(HS)

Jasad Pria Tanpa Identitas Ditemukan dalam Keadaan Tangan Terborgol di Brangsong Kendal

Serah Terima Jabatan Kapolda Jateng dari Irjen Pol Ribut Hari Wibowo kepada Irjen Pol Roy Hardi Siahaan