in

BAND n BAND Vol 1, Ketika Musik Independen, Panggung, dan Edukasi Bertemu di Semarang

Grub musik Foofufafa dari Temanggung, tampil dalam gelaran BAND n BAND Vol 1, yang digelar Kurasi Musik Indonesia, di Tectona Cafe, di Semarang. (Foto : Dok Kurasi Musik Indonesia)

 

HALO SEMARANG – Tectona Cafe Semarang, Jawa Tengah, Malam Minggu kemarin menjadi tempat kelahiran gigs baru: BAND n BAND Vol. 1.

Digelar oleh Kurasi Musik Indonesia, acara tersebut menghadirkan sejumlah musisi independen dari berbagai kota.

Tak sekadar menyajikan pertunjukan musik, BAND n BAND juga membawa semangat edukasi dan apresiasi terhadap karya-karya original musisi independen.

Acara dimulai sekitar pukul 20.00 WIB. JJK (Semarang) mendapat kesempatan membuka panggung.

Membawakan tiga lagu dengan warna pop yang kental, JJK tampil apik dan menjadi pembuka yang mengantarkan penonton memasuki atmosfer pertunjukan.

Suasana kemudian berubah ketika Foofufafa (Temanggung) mengambil alih panggung.

Membawa energi grunge dengan tensi tinggi, mereka langsung menggeber pertunjukan sejak lagu pertama. Vibe yang berbeda membuat atmosfer malam itu semakin panas.

Berikutnya giliran tuan rumah, Minrev (Semarang). Band senior yang sempat vakum selama beberapa tahun tersebut akhirnya kembali menginjak panggung. Penampilan mereka terasa segar, sekaligus menghadirkan nuansa 90-an yang membawa penonton bernostalgia.

Setelah penampilan Minrev, panggung beralih ke sesi yang tak kalah menarik. Dipandu MC Dayat Madani, talkshow bertema “Attitude di Atas Panggung dan di Bawah Panggung” berlangsung interaktif.

Para upliners berkesempatan berdiskusi langsung dengan tiga kurator malam itu, yakni Ully Dalimunthe, Kiki, dan Safir Biangindas.

Sesi musik kemudian berlanjut bersama Lasora (Semarang). Band beraliran progressive rock ini diperkuat oleh musisi-musisi senior dari sejumlah band.

Kolaborasi tersebut melahirkan sebuah proyek musik yang ambisius, dengan permainan musikal dan kemampuan teknis para personelnya menjadi salah satu daya tarik utama.

Sebagai penutup, D’Avery (Jakarta) tampil sebagai pamungkas. Unit rock alternatif asal Jakarta tersebut tengah menjalani tur promosi ke Semarang dan Wonosobo.

Dalam penampilannya, D’Avery turut membawakan kembali nomor lawas “Hidup.hanya.sekali”, lagu yang sebelumnya pernah dibawakan oleh band Garasi. Menariknya, lagu tersebut ditulis oleh Midas (vokal) dan Phanoz (drum), yang kini menjadi bagian dari D’Avery.

D’Avery menutup malam dengan energi penuh. Penampilan mereka sekaligus menjadi klimaks dari rangkaian BAND n BAND Vol. 1 yang sejak awal menyuguhkan warna musik berbeda dari masing-masing penampil.

Menurut catatan para kurator, BAND n BAND Vol. 1 berhasil menghadirkan deretan musisi dengan karakter yang beragam.

Komposisi repertoar yang disusun dengan dinamika yang apik membuat pertunjukan terasa tidak monoton dari awal hingga akhir.

Lebih dari sekadar pertunjukan musik, gelaran ini juga menunjukkan bahwa panggung musik independen dapat menjadi ruang untuk bertemu, berdiskusi, belajar, sekaligus mengapresiasi karya.

Harapannya, akan semakin banyak event serupa yang mengusung konsep edutainment, memadukan hiburan dan edukasi, sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi musisi independen untuk memperkenalkan dan mempertunjukkan karya original mereka. Karena pada akhirnya, musik bukan hanya tentang tampil di atas panggung. (HS-08)

 

 

Perkuat Distribusi Ikan Segar ke Wilayah Tengah, Pemprov Jateng Genjot Konsumsi Ikan Warga

Jateng Miliki 243.543 Satlinmas, Profesionalitas Terus Digenjot