HALO KARANGANYAR – Peresmian Gereja dan Gedung Pelayanan Pastoral Paroki Santo Pius X Karanganyar, menjadi momentum untuk memperkuat kerukunan, persaudaraan, dan semangat pelayanan di tengah keberagaman masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Gereja Katolik Santo Pius X Karanganyar, baru-baru ini tersebut, disambut sukacita umat Katolik, sekaligus menjadi gambaran semangat toleransi dan kebersamaan yang terus tumbuh di Kabupaten Karanganyar.
Peresmian dihadiri Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko; Romo Vikep RD Herma Yoseph Sunggih Sutoro; Tr Romo Paroki Santo Pius X Karanganyar Rm Robertus Triwidodo; Pr para romo dan suster, pengurus paroki, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta umat.
Kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam momentum tersebut menunjukkan bahwa keberagaman merupakan bagian dari kehidupan Karanganyar.
Perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk membangun persaudaraan, tetapi menjadi ruang untuk saling menghormati, membantu, dan bersama-sama menjaga kedamaian.
Bupati Karanganyar H Rober Christanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh umat, pengurus paroki, para donatur, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan hingga penyelesaian Gereja dan Gedung Pelayanan Pastoral Paroki Santo Pius X Karanganyar.
Menurut Bupati, rumah ibadah memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar bangunan fisik. Rumah ibadah menjadi tempat manusia membangun relasi dengan Tuhan, memperkuat iman, sekaligus belajar menghadirkan kasih dalam kehidupan sehari-hari.
“Karena itu, Gereja dan Gedung Pelayanan Pastoral Santo Pius X diharapkan tidak hanya menjadi tempat untuk memperkuat iman, tetapi juga menjadi ruang untuk menumbuhkan kepedulian, persaudaraan, solidaritas, dan semangat pelayanan kepada sesama,” ujar Bupati, seperti dirilis karanganyarkab.go.id.
Tema “Bertumbuh dalam Iman, Bersatu dalam Kasih, Melayani dengan Sukacita” dinilai selaras dengan semangat kehidupan masyarakat Karanganyar yang majemuk. Iman yang kuat diharapkan melahirkan kasih, sementara kasih diwujudkan melalui pelayanan yang tulus kepada sesama tanpa membedakan latar belakang.
Bupati menegaskan, kerukunan perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghormati, saling membantu, dan bersama-sama menjaga lingkungan sosial agar tetap aman, damai, dan harmonis.
Pemerintah Kabupaten Karanganyar berharap keberadaan Gereja dan Gedung Pelayanan Pastoral yang baru dapat semakin meningkatkan pelayanan kepada umat sekaligus memperluas kontribusi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Gereja diharapkan terus menjadi ruang yang menghadirkan kedamaian, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan kepedulian kepada sesama dan lingkungan. Semangat tersebut menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat Karanganyar yang inklusif dan harmonis.
Peresmian Gereja dan Gedung Pelayanan Pastoral Paroki Santo Pius X menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah juga mencakup pembangunan manusia—manusia yang beriman, berkarakter, peduli terhadap sesama, serta mampu hidup berdampingan dalam suasana damai.
Dari Karanganyar, semangat kerukunan terus dijaga: berbeda dalam keyakinan, bersaudara dalam kehidupan, dan sesarengan membangun Karanganyar. (HS-08)


