in

Tangkal Ancaman Ideologi Radikal dan Intoleran, BNPT Ajak Pemuda hingga Ulama Perkuat Ketahanan Masyarakat

Foto : BNPT.go.id

 

HALO SEMARANG – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), mengajak berbagai pihak, termasuk pemuda, akademisi, media massa, dan ulama untuk meningkatkan ketahanan masyarakat dari ancaman ideologi radikal dan intoleran.

Pentingnya meningkatkan ketahanan masyarakat ini, disampaikan Kepala BNPT Komjen Pol Dr Boy Rafli Amar MH, baru-baru ini seperti dirilis bnpt.go.id.

Menurut dia, upaya ini juga perlu dibarengi dengan memperkuat budaya toleransi, kerukunan, dan solidaritas. Dibutuhkan pula kolaborasi strategis Pemerintah, pelaku usaha, media dan akademisi untuk mewujudkannya.

“Ketahanan masyarakat itu penting. Kita punya duta damai. Kita punya FKPT di seluruh provinsi. Mereka harus menjadi mitra kita, untuk menyebarkan narasi-narasi, guna meningkatkan imunitas masyarakat, kita upayakan kolaborasi strategis,” kata dia.

Sinergi masyarakat dan pemerintah diharapkan akan menghasilkan ketahanan nasional yang tinggi. Dalam situasi ini, peran aktif pemuda sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan dinilai krusial.

“Kita harus berkomunikasi pada forum rektor, tentang bagaimana membangun toleransi, wawasan kebangsaan dan cinta Pancasila pada kalangan mahasiswa. Mereka harus menjadi perpanjangan tangan kita. Mengingat perjuangan kita ini adalah perang totalitas karena membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara,” ungkap Boy Rafli.

Dalam mendukung terciptanya peran pemuda dalam membentuk ketahanan nasional, BNPT melalui Kedeputian bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi telah melaksanakan kegiatan  “Ekspresi Indonesia Muda” melalui FKPT di Provinsi Kalimantan Timur, Jawa Barat, dan Kalimantan Selatan.

Rencananya Kedeputian 1 BNPT akan mengadakan kegiatan “Aksi Musik Anak Bangsa (ASIK BANG)” dalam upaya pencegahan terorisme di bulan Mei 2022 ini.

Selain itu pengaturan regulasi yang jelas, panduan teknis serta tim terpadu yang melakukan pengawasan terhadap lembaga pendidikan, tempat ibadah, yayasan dan tempat lain yang rentan terpapar radikalisme dinilai penting dalam membentuk ketahanan masyarakat dari ideologi radikal intoleran.

Pelatihan dan penerapan kerangka hukum nasional yang kuat untuk mencegah radikalisasi online terutama yang menyerang generasi muda juga dinilai penting dalam membendung diseminasi konten radikal intoleran di media sosial.

Sementara itu dalam Rapim Bulan Mei ini, telah berlangsung pengukuhan Habib Abubakar Alatas, sebagai staf khusus bidang Kerja Sama Ulama. Ulama adalah mitra strategis BNPT dalam memperkokoh moderasi beragama. (HS-08)

Ganjar Ajak Perkumpulan Lions Indonesia Kerja Sama Bantu Masyarakat

Cegah Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku, Aparat Gabungan di Demak Periksa Keluar dan Masuk Ternak