HALO KEBUMEN – Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI Taufiq R Abdullah, menyoroti potensi bencana alam yang bisa terjadi di Kabupaten Kebumen.
Seusai Festival Aspirasi di Kebumen, Jawa Tengah, belum lama ini, Taufiq R Abdullah menyoroti kondisi alam di Kebumen, di mana terdapat 11 hingga 12 jenis bencana alam, termasuk gempa megathrust dan tsunami besar yang bisa melanda daerah itu.
“Setidaknya ada 11 – 12 jenis bencana itu selalu mengancam Kebumen,” kata dia, seperti dirilis dpr.go.id.
Menurut dia, Kebumen harus mendapatkan perhatian khusus, juga karena pesisir pantai daerah ini cukup panjang, sehingga ketika terjadi gempa besar dan tsunami, tingkat kerusakannya bisa luas.
“Megathrust ini diperkirakan oleh BMKG, itu akan memunculkan tsunami yang tingkat ketinggian airnya itu bisa mencapai 18-20 meter,” ujar Taufiq R Abdullah.
Setelah menyerap aspirasi dari berbagai komponen dan masyarakat, dia mengambil kesimpulan bahwa penguatan dukungan mitigasi harus diperkuat dari segala aspek, termasuk operasional, sumber daya manusia (SDM), anggaran, dan kebijakan.
“Peningkatan Early Warning System (EWS) harus diperkuat, peningkatan desa tangguh maupun sekolah tangguh harus diperkuat terkait kesiapsiagaan bencana alam, peningkatan anggaran untuk mempersiapkan fasilitas yang memadai dan soal regulasi jadi perhatian terlebih lagi Undang-Undang Bencana Nomor 24 Tahun 2007 itu sudah terlalu using, perlu direvisi,” kata legislastor Fraksi PKB tersebut.
Maka dari itu, BAM berkomitmen untuk mendistribusikan aspirasi instansi dan masyarakat sekitar tersebut ke komisi-komisi terkait sekaligus Kementerian-kementerian terkait.
“Kita (BAM) akan mendistribusikan kepada komisi-komisi terkait dan Kementerian-kementerian terkait, mudah-mudahan bisa dilakukan solusi secara efektif,” kata dia.
Untuk diketahui, sepanjang 2025, di Kabupaten Kebumen, telah terjadi 160 kejadian bencana, mengakibatkan 26.337 jiwa terdampak.
Selain itu, gempa megathrust menjadi ancaman mengerikan, pasalnya Kabupaten Kebumen berada di pesisir Selatan Pulau Jawa, yang berhadapan langsung dengan Samudria Hindia dan berada pada zona subduksi Indo-Australia-Lempeng Sunda sehingga memiliki potensi terdampak gempa bumi besar (megathrust) dan tsunami.

Sementara itu, anggota BAM DPR RI Siti Mukaromah menyoroti kesiapsiagaan bencana dalam aspek kepariwisataan sangat penting. Menurutnya pihak pengelola hotel atau penginapan harus menyiapkan mitigasi bencana alam dengan sangat matang.
“Pihak pengelola hotel atau penginapan harus menyiapkan segala aspek untuk menghadapi bencana. Misalnya titik kumpul pada saat terjadi bencana, flyer-flyer tentang penjagaan diri itu juga wajib,” kata anggota BAM DPR RI Siti Mukaromah, saat pendalaman materi, dalam agenda Festival Aspirasi di Kebumen, Jawa Tengah baru-baru ini.
Selain menyoroti dukungan operasional, Siti sapaan akrabnya, juga menekankan terkait kebijakan pemerintah daerah, seperti memberikan standarisasi hotel atau penginapan memberikan pemahaman dan kesadaran terhadap bencana alam.
“Pemerintah daerah itu harus mewajibkan salah satu standar penginapan atau hotel adalah tentang bagaimana menjaga pada saat terjadi adanya bencana entah itu gempa, tsunami atau bencana lainnya. Jadi nanti mereka (masyarakat) juga sudah mulai terdidik dan fasilitas – fasilitas umum juga menyediakan itu,” imbuh Legislastor Fraksi PKB tersebut.
Dia juga menambahkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pihak swasta dan masyarakat karena potensi pariwisata Kabupaten Kebumen sangat bagus. Maka dari itu untuk menyeimbangkan pemasukan dari pariwisata juga harus menyiapkan kesiapsiagaan sekaligus kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap bencana alam yang bisa terjadi kapanpun.
“Maka harus bagaimana kita mampu memanfaatkan sisi yang sekiranya bisa menjadi income enocomy buat masyarakat maupun pemerintah tapi juga kewaspadaan (terhadap bencana alam) yang dibangun kepada masyarakat dan kita semuanya,” kata dia. (HS-08)


