in

Sampah dan Tongkol Jagung Grobogan Dibidik Jadi Sumber Energi Alternatif

Kegiatan Capacity Building Linkage Investor Relations Unit - Regional Investor Relations Unit - Global Investor Relations Unit (IRU-RIRU-GIRU) 2026, yang diselenggarakan Bank Indonesia di Jakarta, belum lama. (Foto : grobogankab.go.id)

 

HALO GROBOGAN – Investor ini telah melirik sampah dan limbah pertanian, termasuk tongkol jagung, untuk diolah menjadi bahan bakar atau sumber energi alternatif.

Potensi dari sampah tersebut menjadi salah satu hal yang diangkat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Grobogan, Anang Armunanto, saat menjadi narasumber dalam Capacity Building Linkage Investor Relations Unit – Regional Investor Relations Unit – Global Investor Relations Unit (IRU-RIRU-GIRU) 2026, yang diselenggarakan Bank Indonesia di Jakarta, belum lama.

Dalam forum bertema Waste to Energy: Memanfaatkan Masalah dan Potensi Menjadi Investasi tersebut, Anang berbagi pengalaman Pemerintah Kabupaten Grobogan dalam mengembangkan potensi daerah menjadi proyek investasi, khususnya melalui pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif dan pemanfaatan limbah pertanian untuk bioenergi.

Salah satu potensi yang tengah dikembangkan adalah Refuse Derived Fuel (RDF), yakni bahan bakar alternatif yang dihasilkan dari pengolahan sampah dan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan industri.

Gagasan ini berangkat dari kondisi pengelolaan sampah di Grobogan. Volume sampah yang dihasilkan masih jauh lebih besar dibandingkan dengan kapasitas pengolahan setiap harinya.

Di sisi lain, kebutuhan industri terhadap bahan bakar alternatif membuka peluang untuk mengolah sampah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Pemkab Grobogan pun telah menjalin kesepakatan awal dengan calon mitra pengolah dan pengguna RDF.

Saat ini, kerja sama teknis dan operasional masih dalam tahap penyusunan, termasuk pembahasan mengenai kepastian pasokan, standar mutu produk, serta mekanisme pemanfaatannya.

Realisasi proyek tersebut selanjutnya akan bergantung pada hasil kajian kelayakan dan kepastian kebutuhan pasar.

Limbah Tongkol Jagung

Selain sampah perkotaan, Grobogan juga memiliki potensi dari sektor pertanian. Sebagai salah satu daerah penghasil jagung, kabupaten ini memiliki sumber daya berupa limbah tongkol jagung yang berpeluang dimanfaatkan sebagai bahan baku bioenergi.

Anang turut mengangkat peluang pengembangan Liquid Bio Gas (LBG) berbahan baku tongkol jagung.

Namun, penjajakan dengan calon mitra masih memerlukan pendalaman lebih lanjut, terutama terkait teknologi yang digunakan, kepastian pasokan bahan baku, dan model bisnis yang akan diterapkan.

Pengembangan kedua potensi tersebut menunjukkan bahwa peluang investasi daerah tidak hanya bertumpu pada ketersediaan sumber daya, tetapi juga pada kemampuan menghubungkannya dengan kebutuhan industri.

Proses tersebut membutuhkan persiapan yang matang, mulai dari penyusunan proyek, kajian kelayakan, penjajakan pasar, hingga pembentukan kemitraan yang memungkinkan investasi direalisasikan.

Melalui forum yang mempertemukan jejaring investasi dari tingkat daerah hingga investor internasional itu, pengalaman Grobogan diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran dalam memperkuat promosi dan fasilitasi investasi.

Dengan demikian, potensi lokal tidak hanya menjadi solusi untuk persoalan lingkungan, tetapi juga berpeluang menciptakan nilai tambah ekonomi melalui pengembangan energi alternatif yang berkelanjutan. (HS-08)

 

 

Peringatan Sumpah Pemuda, Taj Yasin Minta Generasi Muda Ikut Antisipasi Bencana

Transformasi Pelayanan, PDAM Salatiga Perkenalkan Logo Baru