in

Sambut Harlah NU, Rais Aam hingga Wali Kota Semarang Bakal Resmikan Gedung Baru PCNU Kota Semarang

Gedung PCNU Kota Semarang yang selesai dibangun ulang.

HALO SEMARANG – Suasana kebahagiaan menyelimuti warga Nahdlatul Ulama (NU) di Kota Semarang menjelang peringatan Hari Lahir (Harlah) NU. Rais Aam PBNU, KH Miftahul Ahyar, dan Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, dipastikan akan hadir untuk meresmikan gedung baru PCNU Kota Semarang pada Sabtu, (24/1/2026) mendatang.

Ketua PCNU Kota Semarang, KH Anasom, memastikan kedua tokoh penting NU tersebut telah memberikan konfirmasi kehadiran.

“Alhamdulillah, beliau berdua sudah kita komunikasi dan menyatakan bakal rawuh (hadir),” ujar KH Anasom dalam siaran pers, Rabu (21/1/2026).

Meskipun gedung tersebut sudah mulai digunakan sejak peringatan Hari Santri Nasional lalu, pihaknya sengaja menunda peresmian agar bertepatan dengan Harlah NU. “Kita ingin momen istimewa ini berbarengan dengan Harlah. Sebab, pada Hari Santri kemarin proses finishing gedung belum sepenuhnya tuntas,” jelasnya.

Peresmian nanti akan dipimpin langsung oleh Rais Aam dan Ketum PBNU, didampingi Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti. PCNU juga mengundang para sesepuh dan tokoh NU untuk mendoakan agar gedung baru ini bermanfaat bagi kemaslahatan umat.

Ketua Panitia Peresmian, KH Iman Fadhilah, mengungkapkan bahwa acara akan diawali dengan melestarikan tradisi kearifan lokal Jawa, yakni slup-slupan atau ngeslupi.

“Acara ngeslupi ini akan berupa khataman Alquran, istighotsah, dan tumpengan, sebagaimana tradisi masyarakat Jawa Tengah pada umumnya,” tuturnya.

Usai ritual adat, acara akan dilanjutkan dengan prosesi peresmian yang dijadwalkan pukul 10:00 WIB. Acara ini diperkirakan akan dihadiri oleh jajaran pengurus harian PWNU Jateng, sesepuh, aktivis NU, serta tokoh lintas organisasi di Kota Semarang.

Di balik megahnya gedung berlantai empat tersebut, tersimpan cerita perjuangan dan semangat gotong royong kader NU. Ketua Panitia Pembangunan, Farid Zamroni, mengungkapkan bahwa pembangunan gedung menelan biaya sekitar Rp10 miliar.

Menariknya, proyek ini dikerjakan secara swakelola tanpa melibatkan kontraktor perusahaan (PT). Tim pembangunan dibentuk langsung dari kader NU yang memiliki kompetensi di bidang konstruksi.

“Kita swakelola, jadi hibah ini dikelola langsung oleh PCNU dengan membentuk tim pembangunan. Timnya sangat ramping dan efisien karena dana hibah hanya boleh digunakan untuk fisik dan supervisi saja,” urai Farid.

Ia menjelaskan, dana hibah Rp10 miliar dari pemerintah memang dikhususkan untuk fisik bangunan. Sementara itu, pembongkaran gedung lama dua lantai pada pertengahan hingga akhir Maret 2025 dibiayai secara mandiri oleh PCNU.

Tantangan berat sempat dihadapi tim saat pengerjaan fondasi dan basement pada April-Mei 2025. Hujan deras membuat basement terendam air selama tiga hari.

“Alhamdulillah, kendala itu bisa kita atasi. Bahkan sejumlah bantuan dari para tokoh NU juga mengalir berupa material fisik seperti lift, keramik, interior aula, railing tangga, hingga taman dan gapura,” pungkas Farid dengan bangga.(HS)

Launching SPPT PBB-P2, Bupati Kendal : Tak Ada Kenaikan di Tahun 2026

Pastikan Kesehatan Pengungsi, Taj Yasin Datangi Korban Banjir Pati