HALO BATANG – Ribuan warga Kabupaten Batang, memadati kompleks Makam Kyai Hasan Surgi Jatikusumo, untuk mengikuti haul, setelah tiga tahun vakum karena pandemi.
Puncak Haul Mbah Kyai Hasan Surgi Jatikusumo, di Dukuh Kedungdowo Pasekaran, Kabupaten Batang, Minggu (26/2/2023) malam dibuka Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki, dan diisi pengajian umum, menghadirkan KH Ahmad Al Muwafiq.
“Sungguh malam hari ini malam yang patut disyukuri karena situasi dan kondisi sangat nyaman, sehingga meringankan langkah masyarakat untuk menghadiri pengajian umum malam ini,” kata Lani Dwi Rejeki, seperti dirilis batangkab.go.id.
Lani Dwi Rejeki, mengatakan masyarakat yang hadir malam itu sudah menantikan tausiah dari KH Ahmad Al Muwafiq, yang menurut dia selalu menyejukkan hati.
Dalam ceramahnya, KH Ahmad Al Muwafiq menyampaikan, umat Islam di Indonesia mendapatkan keberkahan karena terus bergerak dibandingkan dengan negara lain.
“Totalitas dalam mengikuti sunah rasul tentu Indonesia. Dibuktikan meskipun di tengah keragaman, tetap dapat bersatu,” jelasnya.
Ketua panitia Haul Mbah Kyai Hasan Surgi Jatikusumo, KH Zainul Iroqi menyampaikan, terlaksananya haul malam itu, berkat dukungan seluruh pihak, baik Pemda dan elemen masyarakat Batang.
“Alhamdulillah acara Kirab Merah Putih yang menampilkan 7 ribu peserta yang ikut berpartisipasi bisa berjalan lancar dan sangat meriah,” sanjungnya.
Kirab Merah putih
Sebelumnya penyelenggara haul Kiai Hasan Surgi Jatikusumo, juga mengadakan Kirab Merah Putih.
Dalam kirab tersebut, para pelajar peserta kirab, berjalan sambil mengarak bendera raksasa, sepanjang 650 meter.
Kirab juga diikuti jajaran TNI, Polri, guru, aparatur sipil negara (ASN), tokoh agama, dan tokoh masyarakat, dengan jumlah peserta lebih dari 6.000 orang.
Adapun rute yang dilalui, dimulai dari Rumah Dinas Bupati Batang, menuju Jalan Ahmad Yani, sampai Makam Astana Pasekaran.
“Masyarakat Kabupaten Batang memperingati Khaul Kiai Hasan Suruh Jatikusumo yang merupakan sosok bersejarah yang telah melawan penjajah Belanda,” kata Lani Dwi Rejeki.
Melalui Kirab Merah Putih ini membuka momentum akan semakin mempersatukan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Batang serta semangat persatuan dan kesatuan bangsa.
Pada Kirab Merah Putih pula para pelajar membentangkan bendera Merah Putih raksasa sebagai lambang negara, sekaligus lambang harga diri.
“Sebagai warga yang cinta tanah air kita tidak boleh terpecah belah. Karena kemerdekaan ini diraih dengan perjuangan,” kata dia. (HS-08)