in

RAPI Blora Berharap Dapat Kucuran APBD, Ini Syaratnya

Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII Tahun 2022, RAPI Wilayah 10 Kabupaten Blora, Sabtu (17/9/2022), di pendopo rumah dinas Bupati Blora. (Foto : blorakab.go.id)

 

HALO BLORA –  Ketua Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Blora, masa bakti 2018-2022, Sunarji Efendi mengatakan bahwa anggota RAPI ini merupakan “anak miskin” yang perlu dirumat (diperhatikan) oleh pemerintah.

Para anggota organisasi ini, “tidak punya apa-apa”, kecuali modal semangat untuk membantu sesama, melalui komunikasi radio.

Hal itu diungkapkan Sunarji Efendi, dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII Tahun 2022, RAPI Wilayah 10 Kabupaten Blora, Sabtu (17/9/2022), di pendopo rumah dinas Bupati Blora.

“Mohon maaf, karena kami, anggota RAPI ini memang betul-betul ‘anak miskin’ yang perlu dirumat, karena kita mandiri, dalam situasi seperti ini, Alhamdulillah eksis,” kata dia, seperti dirilis blorakab.go.id.

Dia mengatakan, diminta atau tidak oleh pemerintah daerah, anggota RAPI siap membantu pemerintah dan masyarakat melalui komunikasi, tanpa meminta imbalan sepeser pun.

“Memang, teman-teman kita relawan yang luar biasa. Kami menyadari RAPI ini adalah sebuah organisasi, bukan patembayan atau paguyuban, tetapi organisasi yang berjenjang mulai dari RAPI lokal, RAPI wilayah, RAPI provinsi atau daerah dan Nasional. Jadi, RAPI tidak sembarangan organisasi yang ecek-ecek,” kata Sunarji Efendi.

Walaupun demikian, dia pun mengakui organisasi ini “tidak punya apa-apa”, kecuali modal semangat.

“Alhamdulillah, setiap kegiatan, teman-teman anggota ataupun non anggota yang simpati terhadap RAPI tidak segan-segan menyumbangkan dana, pikiran, dan sebagainya,” ungkapnya.

Sebagai ketua, kata Sunarji, melihat solidaritas, kekompakan dari anggota RAPI, dirinya mengaku terharu hingga menangis.

“Kami berharap, mudah-mudahan di tahun depan, dengan kepengurusan yang baru, kepada Bapak Bupati. Tolong Pak, kami dikucuri APBD, karena kami tidak punya apa-apa, meski hanya seribu rupiah kami akan pertanggungjawabkan secara administrasi sesuai regulasi yang ada,” ucapnya.

Pihaknya menyebut, anggota RAPI, hingga sekarang sudah mencapai 150 dan masih banyak calon anggota lainnya yang akan masuk ke RAPI.

“Dan ini kita jaga. Kami bersyukur lagi apabila Bapak Bupati berkenan kita aturi konzen kehormatan, sebab ini diatur oleh Undang-Undang, itu sangat luar biasa, contohnya Pak Ganjar Pranowo,” kata dia.

Dikatakannya, meski nanti dirinya tidak lagi sebagai pengurus, namun akan tetap mengabdikan, menginfaqkan pikiran untuk RAPI.

Selain mohon kucuran APBD, pihaknya mengaku sudah sowan kepada Bupati dan akan diberikan tempat untuk Sekretariat Wilayah.

“Mudah-mudahan kepengurusan kedepan jauh lebih baik. Teman-teman kita sudah solid, saya tidak akan rela meninggalkan begitu saja, meskipun tidak masuk dalam pengurus,” ucapnya.

Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada panitia atas teselenggaranya acara tersebut.

Pada kesempatan yang sama Ketua RAPI Daerah 11 Jawa Tengah, Abdul Manan dalam sambutan dan pengarahannya, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Blora, yang telah memberikan fasilitas terkait kegiatan pada hari itu.

“Sangat luar biasa, kami yang ada di daerah bisa hadir di pendopo rumah dinas Bupati Blora, karena, sekali lagi, tidak semua wilayah 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah mendapatkan kesempatan seperti ini,” ungkapnya.

Dirinya berharap kepada kepengurusan yang baru nanti segera mengurus SKT, mengajukan ke Kesbang dan segera mengajukan ke Pemerintah Kabupaten untuk mendapatkan dana hibah atau lainnya, biar organisasi lebih maju. Bisa kemana-mana, bisa di mana-mana.

Walaupun, kata dia, selama ini juga bisa eksis, bisa bekerja sama dengan lembaga pemerintahan atau instansi pemerintahan atau lembaga yang lain.

“Tetapi alangkah baiknya jika kepengurusan yang akan datang bisa bersinergi lebih baik lagi dengan Pemerintah Kabupaten,” tegasnya.

Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada pengurus RAPI wilayah masa bakti 2018-2022, yang sebentar lagi dimesioner, atas kerja keras dan kerja samanya dengan Pemkab Blora dan RAPI Daerah 11 Jawa Tengah.

“Saya pribadi dan mewakili RAPI Daerah 11 Jawa Tengah mengucapkan banyak terimakasih. Sekali lagi bukan hal yang mudah untuk membuat organisasi kemasyarakatan seperti RAPI yang bisa eksis. Semuanya dibiayai sendiri, dikelola sendiri,” kata Abdul Manan.

Dirinya berharap agar kedepan dipertahankan, lebih semangat ditambah kinerja yang solid dan luar biasa disesuaikan dengan apa yang dipunyai.

“Kita punya anggaran dasar, anggaran rumah tangga, anggaran organisasi yang selalu menaungi bagaimana kita berorganisasi, bermasyarakat selama ini,” tambahnya.

Abdul Manan berpesan agar pelaksanaan Musyawarah Wilayah ini dijadikan pembelajaran bersama, untuk menjadi lebih baik.

“Kepada siapapun nanti yang menjadi ketua, tidak memutus rantai. Kalau memutus rantai, saya kira organisasi tidak akan berjalan dengan baik, karena kultur organisasi itu harus jalan. Budaya itu harus jalan, karena itu pasti diteruskan oleh pengurus sebelumnya, sehingga harus berkesinambungan,” pesannya.

Djelaskannya, sebentar lagi RAPI akan memasuki usia ke-42, secara nasional nanti akan diselenggarakan Hari Ulang Tahun di Kabupaten Semarang, tanggal 12-13 November 2022.

“Mohon kiranya teman-teman atensi kegiatan tersebut, karena ini kerja kita semua, mohon untuk bisa berpartisipasi,” ucapnya.

Kepada Pemkab Blora, Abdul Manan, berharap agar RAPI Blora bisa diberdayakan karena anggotanya sangat banyak. Di Jawa Tengah, kalau terdata semuanya mencapai 10.000 anggota. Di Indonesia, anggota RAPI hampir 70.000.

Mewakili Bupati Blora Arief Rohman, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Blora, Irfan Agustian Iswandaru, mengatakan Bupati sudah menerima permohonan RAPI Blora.

Namun demikian ada mekanisme yang harus dijalankan, apabila RAPI Blora berharap memperoleh kucuran dana dari APBD.

Selain harus menyampaikan proposal, organisasi yang bersangkutan harus tercatat sebagai badan hukum di Kemenkumham RI.

“Terkait dengan Sekretariat dan kelengkapannya bisa dikoordinasikan,” tambahnya.

Yang jelas, kata Irfan, gayung sudah bersambut, untuk penguatan organisasinya, Pemkab Blora berserta jajaran berkomitmen untuk bersama-sama.

“Ditandai tadi dengan kehadiran dari Dinas yang berkaitan langsung dalam musyawarah, ini sebagai wujud nyata bahwa kita sepakat komitmen bersama,” ucapnya.

Hadir sebagai undangan pada Musyawarah Wilayah VIII Tahun 2022 RAPI Wilayah 10 Kabupaten Blora, yakni Forkopima Blora, Ketua DPRD Blora, Kepala Kesbangpol Blora, Kepala Dinkominfo Blora, Kepala Pelaksana BPBD Blora, Ketua PAPI Lokal Cepu, Blora, Tunjungan dan Jepon, Ketua RAPI wilayah Karesidenan Pati serta undangan lainnya.

Sebelumnya, di awal acara Ahmad Dhori selaku ketua panita menyampaikan laporannya. Kemudian setelah muswil dibuka secara resmi dilakukan Sidang Paripurna I, Sidang Paripurna II dan Sidang Paripurna III. (HS-08).

Naik Motor, Kabid Propam Blusukan di Karangsari Kendal Resmikan Cagar Budaya dan Salurkan Bantuan

PMI Boyolali Fokus Tingkatkan Kualitas Relawan