in

Ketika Pengangguran Menjadi Motivator, Teater Katasapa Suguhkan Kritik Sosial yang Menghibur

Pementasan Komunitas Teater Katasapa Purbalingga, ketika menghadirkan pertunjukan teater “Yang Penting Terlihat Bekerja”, pada ajang Banyumas International Literacy Festival (BILFest) 2026 di Hetero Space Banyumas, baru-baru ini. (Foto : purbalinggakab.go.id)

 

HALO PURBALINGGA  – Komunitas Teater Katasapa Purbalingga, menghadirkan pertunjukan teater “Yang Penting Terlihat Bekerja” pada ajang Banyumas International Literacy Festival (BILFest) 2026 di Hetero Space Banyumas, baru-baru ini.

Melalui balutan satire dan komedi, pementasan ini mengajak masyarakat melihat kembali makna pekerjaan, pengakuan sosial, dan ukuran kesuksesan yang kerap dibentuk oleh pandangan lingkungan.

Pertunjukan yang diadaptasi dari cerpen Kiat Sukses Jadi Pengangguran karya Ikrom Rifa’i tersebut, disutradarai Deka Aepama.

Cerita berpusat pada tokoh Nawirya Pambaruning Sasmita, yang tampil sebagai motivator dengan cara tak biasa, yakni membagikan kisah suksesnya sebagai pengangguran.

Dari alur itulah penonton diajak merefleksikan berbagai realitas sosial terkait pekerjaan, status sosial, dan cara masyarakat memaknai keberhasilan dalam kehidupan.

Dialog yang ringan namun sarat makna membuat pertunjukan mendapat sambutan hangat dari pengunjung BILFest maupun pegiat seni dari Banyumas dan Purbalingga.

Seniman Purbalingga, Wendro Tanjung, menilai pementasan tersebut berhasil menghadirkan hiburan sekaligus ruang perenungan bagi masyarakat.

“Pertunjukan ini seperti parodi kehidupan nyata. Dibawakan dengan akting yang cukup matang, ditambah sisipan isu kekinian membuat penonton tidak hanya terhibur, tetapi juga mendapatkan makna dan ruang refleksi,” kata dia, seperti dirilis purbalinggakab.go.id.

Ketua Katasapa Purbalingga, Agustav Triono, mengatakan kehadiran teater dalam festival literasi menunjukkan bahwa literasi dapat diwujudkan melalui berbagai medium, termasuk seni pertunjukan.

Menurutnya, proses kreatif teater melibatkan aktivitas membaca, berdiskusi, menafsirkan, hingga mengolah gagasan menjadi karya yang dapat dinikmati publik.

“Literasi tidak hanya tentang baca atau tulis. Dalam teater justru berbagai cabang seni bertemu. Semua berawal dari teks naskah, lalu berkembang melalui proses membaca, berdiskusi, menafsirkan, hingga mewujudkannya menjadi pertunjukan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pementasan tersebut juga menjadi contoh kolaborasi kreatif di lingkungan komunitas.

Cerpen karya anggota Katasapa diadaptasi menjadi naskah teater dan dikembangkan menjadi pertunjukan yang mampu menyampaikan pesan sosial secara lebih dekat kepada masyarakat.

Melalui pertunjukan ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga diajak berpikir kritis terhadap berbagai persoalan sosial yang hadir di sekitar mereka. Kehadiran teater di ruang publik sekaligus memperluas akses literasi dengan cara yang lebih menarik, komunikatif, dan mudah diterima oleh berbagai kalangan.

BILFest merupakan festival literasi berskala internasional yang berlangsung pada 11–20 Juni 2026 di Hetero Space Banyumas.

Festival ini menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari bazar buku, diskusi inspiratif, peluncuran buku, bazar UMKM, hingga pertunjukan seni sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya literasi di masyarakat. (HS-08)

 

 

Pastikan Bansos Tepat Sasaran, 287 Operator Data Desa se Kabupaten Tegal Ikuti Bimtek

Edukasi 10.000 Remaja, Bupati Banjarnegara Sebut Kunci Hidup Bahagia Adalah Bersyukur