in

Polrestabes Semarang Cek Sejumlah Masjid Antisipasi Penipuan Berkedok QRIS

HALO SEMARANG – Polrestabes Semarang melakukan pengecakan di sejumlah masjid untuk mengantisipasi adanya penipuan berkedok mengganti QRIS di kotak amal. Kegiatan ini dilakukan merespon adanya seorang pria yang mengganti stiker QRIS kotak amal di sebuah masjid di Jakarta.

Oleh karena itu, agar hal serupa tidak terjadi di Kota Semarang, polisi berupaya melakukan pencegahan. Kasatbinmas Polrestabes Semarang, Kompol Cristian Lebang mengimbau kepada seluruh masyarakat di tempat-tempat ibadah untuk cek kembali secara rutin untuk QRIS di tempat ibadahnya masing-masing.

“Jangan sampai niat kita yang baik disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, sehingga bisa merugikan orang banyak,” ujarnya saat sidak di Masjid Baiturahman, Kota Semarang, Selasa (11/4/2023).

Dirinya menjelaskan, jika pihaknya sudah melakukan pengecekan ke Masjid Baiturahman dan di Masjid Kauman Kota Semarang, serta ada puluhan titik QRIS yang bekerja sama dengan berbagai bank. Dari hasil pemeriksaan, pihaknya belum menemukan adanya tindakan melanggar hukum.

“Saat dicek nama dari pemilik QRIS tersebut sudah sesuai seperti stiker barcode yang ada. Sampai saat ini belum ada temuan yang mengarah ke penyalahgunaan,” terangnya.

Lebih lanjut, Cristian kembali mengimbau agar masyarakat melihat lagi proses donasinya lewat QRIS di kotak amal. Hal itu bertujuan untuk menghindari adanya donasi yang keliru serta mengantisipasi adanya tindak kejahatan.

“Untuk imbauan masyarakat yang ingin mendonasikan di tempat ibadah mohon dicek kembali pada nama QRIS yang akan didonasikan,” katanya.

Sementara itu, Sekretariat Masjid Baiturahman Kota Semarang, Ahmad Junianto menyampaikan, kurang lebih di Masjid Baiturrahman ada 5 sampai 10 kotak yang ditempeli QRIS kotak besar maupun yang keliling antarjemaah yang jumlahnya ada 50. “Setiap hari kami cek juga, Alhamdulillah sejauh ini belum ada temuan. Pengecekan dilakukan oleh bagian keungan dan dilakukan tiap hari. Kalau berhenti kan berarti ada sesuatu yang tidak beres pasti akan langsung kami cek,” katanya.

Junianto menerangkan apabila jemaah masjidnya terhitung cukup banyak yang berdonasi lewat QRIS. Oleh karena itu pihaknya akan terus melakukan pengecekan dan pengawasan terhadap stiker QRIS yanv tertempel di kotak amal.

“Bahkan pada 2019, awal penggunaan Qris, kami jadi yang terbanyak di Indonesia sebagai masjid yang jemaahnya menyumbangkan sadaqahnya lewat QRIS,” imbuhnya.(HS)

Mudik Lebih Leluasa Tanpa PPKM, Taj Yasin Ingatkan Ini

Diduga Praktik Pungli, Siswa SD di Kendal Ditarik Infak Sebesar Rp 500 Ribu – Rp 700 Ribu