HALO SEMARANG – Mudik Lebaran Idul Fitri tahun ini, masyarakat tidak lagi dibatasi pergerakannya, setelah dicabutnya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh Presiden RI Joko Widodo pada Desember 2022 lalu. Masyarakat pun akan lebih leluasa melakukan perjalanan mudiknya.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen saat menghadiri kegiatan Peringatan Nuzulul Qur’an di Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Senin (10/4/2023).
Meski boleh berlega hati lantaran tak lagi ada pembatasan kegiatan masyarakat, namun, Wagub Taj Yasin mengingatkan agar masyarakat tetap waspada pada kemungkinan bahaya yang mengintai.
“Akan tetapi kami pemerintah, juga atas nama pribadi, saya mengingatkan bahwa Covid -19 belum selesai. Bisa kita kendalikan, akan tetapi juga harus kita waspadai. Bukan hanya Covid-19 saja, tetapi juga bencana-bencana non alam,” pesan Wagub.
Selain bersilaturrahmi mengunjungi orang tua dan sanak-saudara, lanjutnya, masyarakat biasanya memanfaatkan libur Lebaran untuk berwisata. Ketika berlibur, utamanya mengikuti tradisi syawalan, seperti ziarah ke makam wali, sedekah laut dan grebeg syawal, Wagub juga berpesan agar masyarakat mengutamakan keselamatan.
“Saya ingatkan, ketika berwisata mohon hati-hati. Kami sudah mulai untuk berkunjung ke tempat-tempat wisata, untuk memastikan tempat-tempat wisata itu aman, tempat-tempat wisata itu nyaman bagi masyarakat yang ada di Jateng maupun yang datang nanti di bulan syawal. Akan tetapi tetap kita harus waspada,” tandasnya.
Jawa Tengah, lanjut Wagub, menjadi tujuan maupun perlintasan mudik terpadat di pulau Jawa. Di tahun 2023 ini, diprediksi sebanyak 12,99 juta pemudik menuju Jawa Tengah. Angka tersebut naik sebesar 13.38 persen dibanding lebaran tahun 2022 lalu.
“Di tahun 2022 itu sekitar 11 juta orang. Dan diperkirakan untuk tahun 2023, mencapai angka 13 juta orang kurang sedikit. Artinya ada kenaikan,” ujarnya.
Dengan banyaknya pendatang yang akan ke Jawa Tengah, Taj Yasin meminta warganya untuk bisa menjadi tuan rumah yang baik. Tujuannya agar Jawa Tengah menjadi destinasi yang aman dan nyaman dikunjungi.(HS)