in

Peringati HUT RI, Warga Desa Kemiri Barat Batang Lakukan Tradisi Gantung Pisang

 

HALO BATANG – Sebuah tradisi unik dilakukan warga Desa Kemiri Barat, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-78 Republik Indonesia.

Mereka menggantung satu tundun pisang yang matang di depan rumah, dan memperbolehkan warga, terutama dari luar desa untuk ikut memakannya.

Menurut Maliki, warga Desa Kemiri Barat, tradisi ini sudah turun menurun di desa tersebut.

“Iya, tradisi itu sudah turun menurun di sini. Jadi tujuh hari sebelum 17 ,Agustus pasti kami sudah memasang di rumah masing-masing pisang matang dengan pohonnya,” kata dia, seperti dirilis batangkab.go.id.

Dia mengatakan meletakkan pisang setiap HUT RI, merupakan ungkapan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa, atas limpahan hasil bumi yang diperoleh masyarakat Desa Kemiri Barat.

“Biasanya warga meletakkan masing-masing satu pisang. Tetapi jika punya rezeki lebih, boleh dua,” kata dia.

Dia juga mengatakan, menurut sebagian dari warga, jika ada orang yang mengambil pisang lalu memakannya di jalan, akan menjadi berkah tersendiri.

“Apalagi orang yang mengambilnya dari luar Desa Kemiri Barat,” jelasnya.

Namun demikian setiap orang yang mengambil pisang, tidak boleh langsung mengambil satu tundun, melainkan harus memetik satu persatu.

Pisang satu tundun yang digantungkan, menurut dia pasti habis bersamaan dengan selesainya serangkaian acara Desa Kemiri Barat, dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI.

“Seiring perkembangan waktu, mudah-mudahan tradisi gantung pisang setiap HUT Kemerdekaan RI terus dapat dilestarikan terus ke generasi berikutnya,” kata dia.

Selain gantung pisang, beragam kegiatan digelar warga Batang, untuk memperingati HUT Ke-78 RI, seperti karnaval yang dilaksanakan beberapa waktu lalu dan dihadiri Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki.

“Karnaval ini merupakan wujud nyata semangat kebersamaan kita dalam merayakan kemerdekaan RI. Meskipun kita membatasi jumlah peserta agar tidak terlalu panjang, semangat dan antusiasme mereka tetap menjadi pusat perhatian,” kata Pj Bupati, baru-baru ini.

Para peserta karnaval dengan sukacita berjalan dari Lapangan Dracik menuju Alun-alun Batang. Menempuh jarak yang lumayan jauh dengan berjalan kaki tak menyurutkan semangat peserta

“Keterlibatan mereka menjadi bukti nyata komitmen untuk merayakan HUT Ke-78 RI dengan cara yang berbeda dan bermakna,” jelasnya.

Dalam karnaval kali ini, berbagai kreativitas busana dan kostum menghiasi jalanan Batang. Gaya pakaian ala pejuang memperlihatkan penghormatan terhadap jasa para pahlawan.

Tak ketinggalan, pakaian adat turut memperkaya keragaman budaya di Indonesia. Selain itu, peserta juga berani tampil beda dengan mengenakan kostum anime atau bahkan pakaian pahlawan dari film-film terkenal.

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras peserta yang berjalan kaki dalam panasnya cuaca demi memeriahkan acara ini. Ini adalah contoh nyata semangat cinta tanah air,” terangnya.

Tak hanya peserta dari kalangan dewasa, anak-anak dan pelajar turut berpartisipasi dengan penuh semangat.

Dengan kostum yang beragam, mereka tampil cantik dan gagah, memancarkan semangat kebangsaan yang mengharukan.

“Acara karnaval ini menjadi momen yang membawa kegembiraan dan kebersamaan dalam menyambut kemerdekaan RI. Masyarakat Batang menunjukkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap negara dengan cara yang unik dan berwarna,” tandasnya.

Dengan semangat yang sama, perayaan HUT Ke-78 RI di Batang terus berlanjut dengan berbagai acara dan kegiatan yang menggugah semangat persatuan dan kesatuan dalam bingkai kebhinekaan.

“Kemerdekaan adalah anugerah berharga yang harus kita jaga dan peringati dengan penuh makna. Semoga semangat karnaval ini tetap membakar api kecintaan terhadap tanah air,” kata dia. (HS-08)

Yatim Sejak Kecil dan Hampir Putus Sekolah, Jennie Kini Cicipi Kuliah di Amerika

RSUD Kajen Rayakan HUT Ke-18, Bupati Pekalongan Singgung Rencana Pembangunan Gedung Empat Lantai