HALO SRAGEN – Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, bekerja sama dengan Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) Provinsi Jawa Tengah, menyelenggarakan Pelatihan Gerakan Ibu / Perempuan Menanam Pohon (Rabu Pon) di Desa Sambiduwur, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Senin (4/8/2025).
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari mulai Senin (4/8/2025) – Selasa (5/8/2025) ini, menjadi bagian dari program strategis dalam mendukung Gerakan Rabu Pon, yang dicanangkan serentak di seluruh Jawa Tengah.
Pelaksanaan program ini sekaligus sebagai bentuk komitmen perempuan dalam pelestarian lingkungan dan ketahanan pangan keluarga.
Pembukaan kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Sambiduwur tersebut, dihadiri langsung oleh Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Indah Sumarno; Ketua TP PKK Kabupaten Sragen, Linda Sigit Pamungkas; jajaran pengurus PKK Provinsi dan Kabupaten; serta perwakilan dari Bappenda Provinsi Jawa Tengah.
Puluhan warga Desa Sambiduwur penerima bantuan Rabu Pon, tampak antusias mengikuti pelatihan yang mencakup teknik menanam pohon, pemanfaatan pekarangan, hingga edukasi lingkungan.
Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Jateng, Indah Sumarno, seperti dirilis sragenkab.go.id menyampaikan bahwa Desa Sambiduwur, dipilih sebagai salah satu lokasi pelaksanaan gerakan Rabu Pon, karena telah memenuhi sejumlah kriteria yang telah ditetapkan oleh pemerintah provinsi.
“Pada 30 Juli kemarin, program ini telah resmi di-launching serentak di 35 kabupaten / kota di Jawa Tengah. Dan Desa Sambiduwur menjadi salah satu desa terpilih untuk dilaksanakan sosialisasi dan pelatihan, bersama beberapa desa lain di Banjarnegara, Brebes, Purworejo, dan Rembang,” jelasnya.
Indah menambahkan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan fisik seperti bibit tanaman dan ayam petelur, tetapi juga dibarengi dengan edukasi dan pelatihan agar masyarakat mampu mengelola bantuan dengan optimal.
“Bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi ini diiringi pula dengan ilmu dan pendampingan. Harapannya, tidak hanya sekadar menerima, tapi juga bisa mengembangkan dan memanfaatkannya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Indah.
TP PKK Provinsi Jawa Tengah, lanjut Indah, juga menaruh harapan besar kepada pemerintah desa dan TP PKK Desa Sambiduwur untuk aktif mendampingi proses implementasi program ini.
Selain itu, TP PKK Kabupaten Sragen diharapkan turut melakukan monitoring dan evaluasi guna memastikan keberlanjutan program.
“Karena ini adalah launching perdana, tentu kita berharap hasilnya bisa menjadi contoh yang baik dan bisa terus berkelanjutan. Ini juga menjadi harapan dari Ibu Nawal Arafah Yasin, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah,” tegasnya.
Sementara dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten Sragen, Linda Sigit Pamungkas menyampaikan kehadiran TP PKK Provinsi Jawa Tengah di Desa Sambiduwur bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata untuk mendorong desa ini keluar dari predikat kemiskinan ekstrem.
Ia menegaskan pentingnya kerja sama lintas pihak untuk mewujudkan perubahan.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Perubahan itu butuh kolaborasi dan gotong royong. Karena itu, setiap bantuan yang masuk kita arahkan melalui Ibu-Ibu PKK desa agar pengelolaannya lebih tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini, berbagai bantuan telah disalurkan, mulai dari tanaman produktif, bantuan ayam petelur untuk 35 keluarga, hingga bantuan alat tulis untuk anak-anak TK.
Tidak hanya itu, kegiatan pelatihan Gerakan Perempuan Ibu Menanam Pohon juga digelar sebagai bagian dari upaya penghijauan dan ketahanan pangan berbasis keluarga.
“Bantuan ini bukan sedikit. Kami pastikan akan terus mengalir. Bahkan kemarin juga masih ada bantuan tambahan, termasuk dari dinas-dinas dan mitra lainnya. Kita ingin panen bersama-sama nanti, sebagai bukti bahwa program ini benar-benar berbuah,” lanjut Linda.
Linda juga mengapresiasi atas partisipasi semua pihak dan berharap pelatihan yang dilakukan hari ini menjadi awal dari perubahan nyata di Desa Sambiduwur. Dan berpesan agar bantuan yang diterima, khususnya ayam petelur, benar-benar dirawat dengan baik.
“Ayamnya bagus, bukan ayam jelek. Kalau dirawat dengan benar, bisa bertelur dua hari sekali. Ini akan sangat membantu ekonomi keluarga. Jadi jangan disembelih dulu,” pesannya.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya perempuan, dalam menjaga lingkungan serta memanfaatkan lahan sempit untuk kebutuhan sehari-hari.
TP PKK Sragen juga berkomitmen untuk terus mendampingi desa-desa dalam mengembangkan gerakan menanam secara berkelanjutan. (HS-08)