HALO KENDAL – Pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Pidodowetan, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal hingga kini belum terealisasi. Kendala utama yang dihadapi pemerintah desa yakni kesulitan mencari lokasi yang strategis dan representatif agar koperasi mudah diakses masyarakat.
Saat ini, aktivitas Kopdes Merah Putih sementara masih menempati rumah warga sambil menunggu lokasi yang dinilai layak untuk pembangunan gedung permanen.
Pemerintah desa menilai keberadaan gedung koperasi sangat penting untuk mendukung pelayanan dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Hal itu disampaikan Kepala Desa Pidodo Wetan, Siti Mudrika saat menghadiri launching Samsar Budiman KDMP, Rabu (13/5/2026). Menurutnya, desa belum memiliki aset tanah yang benar-benar sesuai untuk pembangunan koperasi.
“Saat ini, belum ada gedungnya. Kita memang kesulitan dilokasi, misal ditanah bengkok milik aset desa. Tapi karena kami tidak ada. Misalkan ada di tanah bengkok itu letaknya jauh dari pemukiman warga, itu letaknya di persawahan dan perkebunan,” ungkapnya.
Mudrika menjelaskan, sebagian tanah aset desa berada di kawasan persawahan dan perkebunan yang lokasinya jauh dari permukiman warga.
Kondisi tersebut dinilai tidak mendukung aktivitas koperasi karena masyarakat diperkirakan enggan datang untuk bertransaksi. “Siapa yang mau datang kesana ?,” tanyanya.
Selain lokasi yang terpencil, akses menuju lahan aset desa juga menjadi persoalan tersendiri.
Menurut Mudrika, letak tanah yang berada di tengah area persawahan membuat masyarakat kesulitan menjangkau lokasi koperasi apabila nantinya dibangun di tempat tersebut.
“Letaknya itu ditengah tengah persawahan jadi kalau mau kesana aksesnya kita kesulitan. jadi siapa yang mau kesana,”‘ ujarnya.
Dirinya menambahkan, apabila koperasi dibangun di lokasi yang kurang strategis, warga kemungkinan lebih memilih berbelanja atau melakukan transaksi di toko maupun koperasi lain yang lebih dekat ke wilayah Cepiring atau Patebon.
“Maka kami menilai otomatis warga akan mencari toko atau koperasi yang lebih dekat ke cepiring atau Patebon, sekalian sambil jalan,” imbuh Mudrika.
Sementara Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Kendal, Toni Ari Wibowo mengatakan, saat ini di Kendal, dari 286 desa atau kelurahan, baru 178 yang resmi terdaftar, dan 161 yang telah terbangunkan.
“Sebenarnya kalau sudah ada titik lokasi untuk KDMP itu bisa langsung dibangun, cepat kok. Karena ini program bagus dari Bapak Presiden Prabowo,” tandasnya.(HS)

