HALO SEMARANG – Direktur Penegakkan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri, Brigjen Pol Raden Slamet Santoso, mengungkapkan bahwa menjelang Lebaran, terdapat 51 persen warga masyarakat, yang memang mudik untuk pulang ke kampung halaman.
Namun demikian, ada pula sebagian warga lainnya yang bepergian memanfaatkan waktu libur untuk berwisata.
Hal itu disampaikan Dirgakkum Korlantas Polri, Brigjen Slamet dalam Dialog Publik yang digelar Divisi Humas Polri ‘Operasi Ketupat dan Strategi Hadapi Mudik Lebaran 2024’, di Hotel Grand Kemang, Jakarta, belum lama ini.
Dengan adanya pergerakan atau mobilitas masyarakat itu, penting untuk menjaga pusat-pusat transportasi dan tempat ibadah.
“Kemudian di pusat-pusat transportasi itu juga antisipasi dari mulai pelabuhan, bandara, stasiun kereta api, terminal, itu juga kita antisipasi. Kemudian di tempat-tempat ibadah itu sendiri juga kita antisipasi bagi pelaksanaan Shalat Ied,” kata Brigjen Slamet, seperti dirilis humas.polri.go.id.
Adapun bagi pemudik, menurut dia, penting untuk mengantisipasi cuaca dalam perjalanan.
Korlantas juga telah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), untuk mengetahui prakirakan cuaca di wilayah jangkauan mudik Lebaran 2024.
“Kita perlu antisipasi dan kita telah berkoordinasi dengan BMKG karena kondisi cuaca yang cukup luar biasa kadang-kadang bisa berubah dan itu perlu kita antisipasi,” kata dia.
Turut hadir dalam acara Dialog Publik kali ini, di antaranya Kepala Subdirektorat Pengendalian Operasional Ditjen Hubdat Deny Kusdiana; Direktur Teknik dan Operasi PT Jasa Marga Tri Wahyu Subekti; dan Pengamat Transportasi Publik Djoko Setijowarno. (HS-08)