in

Jaga Lingkungan, Umat Buddha Tuang Eco Enzyme ke Sungai Sentiong

Dirjen Bimas Buddha Kemenag RI, Supriyadi, bersama umat Buddha, menuang Eco Enzym ke Sungai Sentiong. (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Umat Buddha menuang Eco Enzym ke aliran Sungai Sentiong Sunter, belum lama ini, dalam rangkaian kegiatan Vesakha Sananda 2570 BE.

Eco Enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik, yang diyakini mampu membantu mengurangi polutan kimia serta memperbaiki kualitas air.

Menuang Eco Enzym menjadi wujud kepedulian umat Buddha, bersama masyarakat terhadap pelestarian lingkungan melalui aksi sederhana yang membawa dampak besar bagi ekosistem.

Gerakan Eko Enzym terselenggara atas kolaborasi Ditjen Bimbingan Masyarakat Buddha dengan berbagai pihak, antara lain Sangha Theravada Indonesia (STI), Eco Enzyme Nasional Bersatu, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Magabudhi, Wandani, dan Patria.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk berkontribusi menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bersih dengan menuangkan Eco Enzyme ke aliran sungai.

Dirjen Bimas Buddha, Supriyadi, seperti dirilis kemenag.go.id, menyampaikan bahwa pelestarian lingkungan merupakan bagian dari praktik kebajikan dalam ajaran Buddha yang menekankan keharmonisan antara manusia dan alam.

“Kementerian Agama selama dua tahun berturut-turut menyongsong Hari Raya Waisak dengan menggelar rangkaian karya kebajikan selama satu bulan penuh untuk agama, bangsa, negara, dan kehidupan, termasuk bagi alam semesta. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah pembuatan Eco Enzyme secara serentak di 34 provinsi pada 7 Mei, dan hari ini 10 Mei dilanjutkan dengan gerakan menuang Eco Enzyme secara serentak di seluruh Indonesia bersama para pemerhati lingkungan,” ujar Supriyadi.

Koordinator Bidang Bakti Sosial Panitia Gema Waisak Nasional 2026, Santoso, menegaskan bahwa gerakan ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk memulai pola hidup ramah lingkungan melalui langkah-langkah sederhana.

“Hari ini berkumpul untuk bersama-sama membantu pelestarian lingkungan hidup melalui gerakan menuang Eco Enzyme agar lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat. Menariknya gerakan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Gerakan kecil ini merupakan awal dari gerakan besar untuk membantu melestarikan lingkungan hidup Indonesia,” ungkapnya.

Dalam giat tersebut, sebanyak 5.770 liter Eco Enzyme murni dituangkan ke aliran Sungai Sentiong Sunter, sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Gerakan serentak ini juga dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari semangat kolektif membangun bumi yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Gerakan Eco Enzyme Vesakha Sananda 2570 BE diharapkan menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau komunitas tertentu, melainkan kewajiban seluruh elemen masyarakat demi terciptanya kehidupan yang harmonis, sehat, dan berkelanjutan. (HS-08)

 

 

Jateng Percepat Atasi Krisis Sampah, Semarang Raya Jadi Proyek Perdana Pengolahan Sampah Jadi Listrik

Lantik Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri, Menag : Representasikan Diri sebagai “Menteri” di Lingkungan Kerja