HALO BLORA – Kabupaten Blora mengunakan Sistem Informasi Layanan Anak Tidak Sekolah (SILATS), untuk menangani permasalahan anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Blora.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Sunaryo, ketika menerima kunjungan studi tiru dari Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan, belum lama.
Menurut dia, sistem ini melibatkan seluruh stakeholder dalam bentuk tim penanganan ATS di Kabupaten Blora.
“Penanganan ATS ini dimulai dari pengumpulan data dalam bentuk identifikasi,” jelas Sunaryo, seperti dirilis blorakab.go.id.
Dari identifikasi, diperoleh data tentang identitas dan alamat anak tidak sekolah, yang nantinya akan ditangani.
Dari data tersebut, juga akan akan dibagi menjadi tiga kategori, yaitu anak yang drop out (DO) atau putus sekolah, anak lulus sekolah tetapi tidak melanjutkan, dan anak yang belum pernah bersekolah.
Untuk kategori pertama dan kedua, secara sistem mudah dikenali, karena identitas anak sudah masuk data pokok pendidikan (Dapodik).
Yang untuk kategori ketiga, menjadi problem, karena anak-anak itu belum pernah sekolah, sehingga identitasnya tak masuk dapodik.
Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Blora Komang Gede Irawadi, menyampaikan terima kasih atas kunjungan rombongan dari Grobogan.
“Terima kasih atas kehadirannya di Blora dalam rangka studi tiru terkait penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS),” kata dia.
Dia mengatakan, berbagai upaya yang dilakukan Blora, termasuk penggunaan SILATS, juga merupakan salah satu andalan Pemkab Blora, ketika mengikuti lomba Innovatif Government Award (IGA).
“Kita mendapatkan predikat daerah inovatif,” kata Sekda Blora.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Grobogan Anang Armunanto, memohon izin untuk sharing diskusi bersama berkaitan persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) terhadap IPM.
Pihaknya mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan sehingga bisa hadir dan belajar di Dinas Pendidikan Kabupaten Blora.
“Niat dan maksud tujuan kami datang di Dinas Pendidikan Kabupaten Blora melaksanakan studi tiru ingin mencari referensi berkaitan dengan IPM, ketika melihat IPM Blora 74 dibandingkan dengan Kabupaten Grobogan. Hari ini kami datang mencoba untuk berdiskusi bersama, sharing menimba ilmu,” tegasnya.
Dalam rombongan kunjungan studi tiru dari Kabupaten Grobogan terdiri Sekretaris Daerah Kabupaten Grobogan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan, Kepala Bappeda Kabupaten Grobogan, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan, Kabid PNF, Kasubbag Perencanaan, dan dari Bappeda Kabupaten Grobogan. (HS-08)