in

Pembuat Sepeda Bambu Asal Temanggung Sebut Anthony Albanese “Mas Perdana Menteri”

Perdana Menteri (PM) Australia, Anthony Albanese dan Presiden Joko Widodo, bersiap untuk menaiki sepeda bambu, karya Singgih Susilo Kartono, warga Temanggung, Jawa Tengah. (Foto : Instagram Singgih Susilo Kartono)

 

HALO SEMARANG – Kunjungan Perdana Menteri (PM) Australia, Anthony Albanese, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (06/06/2022), merupakan saat-saat menggembirakan bagi Singgih Susilo Kartono, seorang warga Temanggung, Jawa Tengah.

Bukan karena dia ikut dalam urusan diplomasi antarnegara, melainkan karena karyanya, yakni sepeda bambu ikut dicoba oleh Anthony Albanese.

Ungkapan kegembiraan itu pun disampaikan Singgih, melalui akun Instagramnya, @ singgihskartono.

“Mas Perdana Menteri, yuuk sepedaan dulu pakai @spedagibamboobike sepeda bambu buatan desa. Terima kasih pak @jokowi nganyari sepedanya asyik banget, senang sekali Spedagi bisa menjadi alat diplomasi antarbangsa,” tulis Singgih.

Singgih Susilo Kartono, adalah warga Desa Kandangan, Kecamatan Kandangan, yang telah mendunia, berkat sejumlah karyanya, antara lain radio kayu dan sepeda bambu.

Singgih yang merupakan lelaki kelahiran Temanggung, 21 April 1968 itu, seperti merupakan alumnus Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung (ITB).

Seperti dirilis alumni.itb.ac.id,  Singgih Susilo Kartono adalah pendiri dan pencipta Radio Kayu Magno dan Spedagi Bamboo Bike dari Desa Kandangan, Temanggung. Namanya telah mendunia, melalui sejumlah penghargaan internasional yang dia peroleh, antara Japan Good Design Award G-Mark 2008, dan London Design Museum’s Brit Insurance Design Awards 2009.

Singgih juga merupakan pencetus gerakan revitalisasi desa, melalui Pasar rakyat Papringan, yang menginspirasi ratusan desa di Indonesia.

International Conference on Village Revitalization (ICVR) pernah diselenggarakan di tengah hutan bambu, Desa Kandangan.

Terkait sepeda bambu karyanya, menurut Singgih, sepeda bambu Spedagi bukan hanya wujud sebuah produk berbasis sumber daya desa, melainkan menjadi pemicu kelahiran gerakan Revitalisasi Desa Spedagi.

Sebuah gerakan yang bertujuan membawa desa, kembali ke harkat dasarnya sebagai komunitas lestari dan mandiri.

Radio Bambu

Sebelum sukses dengan sepeda bambu, Singgih juga pernah membuat gebrakan dengan menciptakan radio kayu, dengan label Magno Wooden Radio pada 2004.

Radio kayu ini pun tumbuh menjadi produk desainer Indonesia yang mendunia. Radio kayu tersebut sampai ditetapkan sebagai salah satu produk termewah 2008 versi majalah Time.

Segudang penghargaan diperoleh Singgih, antara lain 2nd Winner International Design Resource Award (IDRA) Seattle, USA (1997); Designing wooden-craft toys product ‘Anomali’ series (1996-2003); Shortlisted Participant on International Design Competition ‘Tile with Crystal’ Swarovsky-Designboom.com (2004); Juara Lomba Indonesian Good Design Selection 2005 dan 2006; Good Design Award–Japan 2008 in the category Innovation/Pioneering & Experimental Design Activities; Grand Award “Design for Asia Award” 2008 dari Hongkong Design Centre; dan Kids Design Award Japan, 2013. (HS-08)

Dapat Tamu PM Australia, Presiden Jokowi Ajak Naik Sepeda Bambu Buatan Temanggung

Ratusan Warga Alastua Semarang Minta Palangpintu Perlintasan Kereta Sebidang Kembali Diaktifkan