in

Ratusan Warga Alastua Semarang Minta Palangpintu Perlintasan Kereta Sebidang Kembali Diaktifkan

Mediasi warga Alastua dengan KAI Daop 4 Semarang bersama jajaran Pemerintah Kota Semarang dan Dewan Perwakilan Rakyat terkait penjagaan palangpintu kereta di perlintasan sebidang Alastua Semarang, Senin (6/6/2022). (Dok. Humas KAI daop 4 Semarang).

HALO SEMARANG – Terkait belum diaktifkannya kembali sarana keselamatan warga berupa palang pintu otomatis di perlintasan sebidang kereta api di Alastua Semarang, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bersama KAI dan warga akan mengupayakan dikakukannya penjagaan di perlintasan tersebut.

Hal itu demi peningkatan keselamatan warga, karena saat ini kondisi perlintasan sebidang tersebut telah dibuka, namun dinilai warga masih membuat rasa khawatir saat akan melintas di perlintasan tersebut.

Perwakilan warga Alastua yang juga Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Rahmulyo Adi Wibowo mengatakan, apresiasinya kepada KAI Daop 4 Semarang yang saat ini telah membuka akses jalan di perlintasan sebidang Alastua Semarang. Sehingga warga bisa kembali menggunakan akses tersebut untuk memudahkan kembali beraktivitas seperti semula.

“Kan palang pintu di perlintasan Alastua ditutup hampir selama lima bulan karena ada perbaikan jalur kereta api di lokasi tersebut. Warga berharap setelah jalan diperbaiki, palang pintu kereta kembali diaktifkan agar warga tidak was-was lagi saat beraktivitas melintas di sana,” terangnya saat mendampingi sekitar 200 warga Alastua dalam mediasi di Kantor KAI Daop 4 Semarang, Senin (6/6/2022).

Selama lima bulan akses ditutup sementara, kata Bowo, sapaan akrabnya, membuat akses warga terganggu.

“Terutama bagi warga yang membuka usaha di sekitar lokasi, sehingga berdampak terhadap usahanya yang menjadi berkurang pendapatannya. Warga menginginkan setelah diperbaiki jalan tersebut, dimana hari ini telah dilakukan pengaspalan jalan oleh DPU Kota Semarang, maka palang pintu bisa segera normal kembali. Memang kondisi saat ini belum ada penjagaan palang pintu, dan belum diaktifkan lagi karena masih dalam proses perbaikan jalan,” paparnya.

Bowo juga menyampaikan apresiasinya kepada KAI dan pihak lainnya yang telah melakukan kegiatan evaluasi peningkatan keselamatan pada perlintasan sebidang Alastua Semarang oleh Pemerintah Daerah sesuai PM Nomor 94 Tahun 2018.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Endro P Martanto yang hadir juga menemui sejumlah perwakilan warga Alastua yang melakukan mediasi ke Kantor PT KAI Daop 4 Semarang di Jalan MH Thamrin No 33 Semarang, Senin (6/6/2022), menyampaikan bahwa meminta waktu dalam menindaklanjuti hal penjagaan perlintasan sebidang karena terkait aturan anggaran di pemerintah daerah yang tidak boleh merekrut lagi non ASN.

Kadishub juga meminta kepada masyarakat setempat untuk ikut berpartisipasi menjaga perlintasan alastua tersebut.

“Kami masih mengupayakan penjagaan tersebut, karena merupakan tanggungjawab Pemkot Semarang untuk menjaga keselamatan warga,” katanya.

Dalam mediasi itu dihadiri perwakilan BTP Wilayah Jawa Bagian Tengah, Dishub Prov Jateng, Pemkot Semarang, Dishub Kota Semarang, Dinas PU Kota Semarang dan Polrestabes Semarang serta perwakilan DPRD Kota Semarang.

Mediasi warga pun berlangsung dengan kondusif ini dibantu dari jajaran dari Polrestabes Semarang, Polsek Semarang Tengah dan Pengamanan Daop 4, yang bertempat di Ruang Rakor Daop 4 Semarang ini dipimpin oleh Asisten I Pemkot Semarang, M Khadik. (HS-06)

Pembuat Sepeda Bambu Asal Temanggung Sebut Anthony Albanese “Mas Perdana Menteri”

Gelar Seminar Internasional, Farmasi Unwahas Fokus Bahas Penanganan Kanker