HALO SEMARANG – Kementerian Agama sejak April 2026 menerapkan Work From Home (WFH) setiap Jumat.
Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Keagamaan Mastuki mengingatkan jajarannya bahwa WFH itu bukan hari libur.
Hal ini ditegaskan Mastuki pada sesi Ngaji Kamisan di Pusbangkom SDM, Ciputat. Kajian mingguan ini mengangkat topik sosialisasi program kerja dan penguatan budaya kerja bagi seluruh pegawai Pusbangkom SDM.
“Pola Work From Home (WFH) pada hari Jumat bukan merupakan hari libur, melainkan pelaksanaan Jumat Khidmah, yaitu waktu yang didedikasikan untuk berkhidmah kepada lembaga,” kata Mastuki, di Ciputat, Kamis (18/6/2026).
Mastuki juga menekankan bahwa niat yang tulus dalam mengemban tugas negara penting untuk ditekankan. Profesionalisme harus berjalan beriringan dengan nilai spiritualitas di dalam lingkungan kerja.
“Pekerjaan ini perlu kita maknai bersama sebagai bentuk ibadah, pengabdian, dan tanggung jawab kepada negara, sehingga pegawai diharapkan tetap kompeten dan menjaga semangat dalam bekerja,” tegas Mastuki.
Di era digital, fleksibilitas kerja juga tidak boleh mengurangi mutu koordinasi antar-pegawai.
“Koordinasi tidak boleh terputus oleh jarak. Pegawai harus tetap terhubung dengan rekan kerja dan tugas organisasi, serta tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat dan para pemangku kepentingan (stakeholder),” tambahnya.
Pusbangkom SDM Pendidian dan Keagamaan mewajibkan peningkatan kapasitas pegawai yang dilakukan pada jam kerja melalui berbagai media dan platform yang tersedia.
Langkah ini diambil agar pemetaan keahlian pegawai menjadi lebih spesifik dan terukur sesuai dengan bidangnya masing-masing.
“Pegawai akan dikelompokkan berdasarkan jabatan fungsional untuk mendukung pengembangan kompetensi yang lebih terarah. Peningkatan kompetensi ini merupakan suatu kewajiban, dan pihak lembaga telah menyiapkan program development khusus untuk mendukung hal tersebut,” jelas Mastuki.
Dalam hal kedisiplinan dan akuntabilitas, pelaksanaan apel pagi akan terus dioptimalkan sebagai sarana untuk melatih dan membangun disiplin diri pegawai.
Aspek administrasi juga diperketat, di mana proses pembelajaran dan pelaporan kinerja dilakukan secara terpola dengan mencatat setiap kegiatan yang dikerjakan secara riil.
Sebagai bagian dari keseimbangan fisik, lingkungan, dan spiritual, lembaga juga menetapkan agenda rutin mingguan yang wajib diikuti oleh seluruh aparatur tanpa terkecuali.
Setiap Rabu, pegawai dijadwalkan mengikuti kegiatan senam yang kemudian dilanjutkan dengan kerja bakti sebagai bagian dari implementasi nilai ekoteologi.
Sementara untuk memperkokoh spiritualitas, lembaga menyediakan sesi khusus di penghujung hari kerja.
“Kita menyediakan sesi Zoom selama 30 menit untuk kegiatan Renungan Jumat, yang waktu pelaksanaannya direncanakan berlangsung pada pukul 07.30 hingga 08.00 WIB,” kata Mastuki. (HS-08)


