HALO SEMARANG – Pelaku UMKM di Kota Semarang mengaku banyak program dan fasilitas yang diberikan selama kepemimpinan Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita.
Ketua UMKM Kota Semarang, Aik Solikhati menjelaskan, ada beragam program yang menguntungkan mulai dari pelatihan packaging, pengurusan perizinan yang mudah, dan sebagainya. Apalagi saat ini berkat arahan Mbak Ita, UMKM kini sudah bisa tertata.
“Sejak Bu wali menjabat, banyak pelatihan kami terima, baik pembukuan, pelatihan, praktek, bantuan packaging, perizinan dan lain-lain. Itu supportnya luar biasa,” ujarnya, Senin (29/7/2024).
Di tengah isu yang menerpa Mbak Ita, Aik berharap, wali kota tidak patah semangat untuk tetap mengabdi kepada rakyat. Dia berharap, Mbak Ita bisa meneruskan program baik yang diberikan kepada pelaku UMKM Kota Semarang.
Pihaknya tidak melihat isu yang saat ini tengah menerpa Mbak Ita. Baginya, hal terpenting yaitu bagaimana UMKM bisa tetap bertahan dan berkarya.
“Kami tetap menginginkan ibu tetap maju biar program itu lanjut. Kami UMKM tidak melihat kesitu (Mbak Ita diperiksa KPK). Bagaimana UMKM bisa survive, berkarya. Masalah itu bukan ranah kita. Itu saja,” terangnya.
Hingga saat ini, Aik menyebut, pendataan UMKM di Kota Semarang masih berjalan. Pada 2019 lalu, ada 39 ribu pelaku UMKM di ibu kota Jateng. Saat ini, pihaknya mulai membentuk gardu misi di 16 kecamatan dan 177 kelurahan. Pihaknya tengah melakukan pendataan di tingkat RT RW.
“Jadi, kita tahu UMKM di Semarang ada berapa. Kita pendataannya per wilayah. Jadi satu alamat, satu produk, satu NIB,” bebernya.
Senada, pelaku UMKM Kuliner, Weni Restu mengaku merasakan program selama masa kepemimpinan Mbak Ita. Satu di antaranya, terkait pengurusan perizinan halal. Selama kepemimpinan Mbak Ita, perizinan halal gratis dan mudah.
“Kalau ngurus sendiri mahal sampai Rp 4,5 juta. Itu pun jadinya lama, bisa setahun. Kami berat sebagai UMKM. Sekarang itu mudah, gratis, cepat diterima, tidak ribet. Maksimal enam bulan diterima,” paparnya.
Weni berujar, sertifikat halal sangat penting bagi pelaku UMKM. Pasalnya, pelaku UMKM dituntut menjual makanan yang halal. Program dari Mbak Ita pun sangat dirasakan manfaatnya. (HS-06)