HALO SEMARANG – PT PLN (Persero) menerima penghargaan dalam kategori Grup Pembayar Pajak Terbesar, dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, baru-baru ini.
Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas kontribusi signifikan PLN, dalam pembayaran pajak kepada negara.
Direktur Jenderal Pajak, Suryo Utomo menjelaskan bahwa realisasi penerimaan pajak negara pada 2023 mencapai Rp1.869,2 triliun.
Ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, yang telah mendukung pencapaian besar ini.
DJP terus mengedepankan prinsip transparency governance di mana semua uang yang masuk ke negara akan kembali ke masyarakat melalui program dan dukungan pemerintah.
“Tujuan mulia kita semua untuk negara ini butuh dukungan yang luar biasa. Untuk itu, kami apresiasi seluruh pihak yang telah mendukung upaya bersama ini. Kami tidak akan pernah bisa berjalan sendiri, kami butuh dukungan mutlak dari seluruh pihak,” kata Suryo, seperti dirilis bumn.go.id.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan capaian ini tak lepas dari transformasi tata kelola keuangan dan aset yang dilakukan perseroan sepanjang empat tahun terakhir.
Sehingga pada tahun 2023 lalu, perusahaan berhasil memberikan kontribusi pajak yang signifikan kepada negara, sebesar Rp 52,39 triliun.
Jumlah ini meningkat 15,6 % dibandingkan dengan kontribusi pajak PLN tahun 2022 sebesar Rp 45,31 triliun.
“PLN berkomitmen untuk terus menjaga kinerja perusahaan dan keuangan yang baik. Melalui pengelolaan perusahaan yang profesional dan transparan, kami dapat memberikan kontribusi yang besar bagi perekonomian dan pendapatan negara,” ungkapnya.
Darmawan memaparkan bahwa kontribusi pajak yang mengesankan tersebut, ditopang oleh pertumbuhan penjualan listrik tahun 2023, yang mencapai 288,44 Terrawatthour (TWh) atau meningkat hingga 5,36 % YoY, dibanding 273,76 TWh pada tahun 2022.
Hal ini searah terhadap peningkatan total pendapatan PLN, yang mencapai Rp 487,38 triliun pada 2023, naik drastis dibandingkan total pendapatan tahun 2022 yang sebesar Rp 441,13 triliun.
“Capaian ini diperoleh atas perjuangan seluruh insan PLN, yang menjalankan transformasi berbasis digital secara end to end. Sehingga kini PLN menjadi semakin lincah, unified, dan kokoh menghadapi segala tantangan,” kata Darmawan.
Direktur Keuangan PLN Sinthya Roesly menambahkan, dalam beberapa tahun terakhir PLN fokus dalam melakukan transformasi pengelolaan keuangan, berbagai inisiatif strategis yang dilakukan di antaranya seperti cash war room, centralized payment, centralized planning, dan notional pooling.
“Dengan adanya transformasi menyeluruh di tubuh perusahaan, pengelolaan keuangan semakin efisien, kredibel, dan akuntabel, kini PLN memiliki kondisi keuangan yang sehat sehingga mampu memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Sinthya. (HS-08)