in

TMMD Sengkuyung Tahap II Wujud Kebersamaan TNI, Rakyat dan Pemkot Semarang

Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin berswafoto bersama sejumlah anggota Pramuka, usai membuka program TMMD Sengkuyung Tahap II 2026, di Kelurahan Wates, Kecamatan Ngaliyan, Rabu (22/42026). (Foto : Istimewa)

 

HALO SEMARANG – Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin secara resmi membuka program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2026, yang dipusatkan di Kelurahan Wates, Kecamatan Ngaliyan, Rabu (22/42026).

Pembukaan ditandai dengan penandatanganan serta penyerahan Berita Acara Serah Terima Program TMMD kepada Dansatgas TMMD/Dandim 0733 Kota Semarang.

Momentum ini menjadi sangat istimewa karena bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-479 Kota Semarang yang mengusung tema “Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat”.

“Alhamdulillah, pada pagi hari ini, mewakili Ibu Wali Kota, kita melakukan seremoni pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa Sengkuyung Tahap 2 Tahun 2026. Ini adalah bentuk wujud dari pada kebersamaan,” ujar Iswar, usai memimpin upacara pembukaan, baru-baru ini.

Program TMMD kali ini mencakup berbagai rencana pembangunan fisik, mulai dari pembuatan saluran air sepanjang 110 meter, pembangunan tiga unit toilet lapangan, rehabilitasi 10 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bersama Baznas, hingga penyediaan tandon air bersih dari PDAM.

Tak hanya infrastruktur, kegiatan nonfisik juga gencar dilakukan melalui berbagai sosialisasi, seperti edukasi ketahanan pangan, pelayanan KB, hingga pelatihan pemasaran digital bagi remaja di Kelurahan Wates guna memperkuat kemandirian ekonomi warga.

“Jadi program-program dari TNI, setiap tahunnya ada, ini bersamaan menjelang hari ulang tahun atau hari jadi Kota Semarang,” imbuh Iswar menekankan keselarasan program ini dengan hari penting bagi warga Semarang.

Dalam pelaksanaannya, TMMD Sengkuyung Tahap II ini melibatkan sinergi berbagai pihak, mulai dari Forkopimda, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi pendukung, hingga masyarakat setempat.

Sinergi ini juga dibarengi dengan pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) untuk memastikan bahwa derap pembangunan dirasakan secara nyata hingga tingkat kelurahan melalui kerja bakti dan kepedulian sosial.

“Mudah-mudahan kegiatan kita ini mampu semakin mempererat hubungan terhadap pemerintah-pemerintah. Baiklah, kita harus berpindah ke masyarakat. Alhamdulillah, hari ini TNI, Polri bersama-sama dengan masyarakat, organisasi masyarakat, semuanya bareng-bareng hadir,” tuturnya.

Program yang direncanakan berlangsung hingga 21 Mei 2026 ini diharapkan dapat menjaga aset pembangunan yang telah diberikan serta terus memupuk energi positif di seluruh penjuru kota.

Pemerintah Kota Semarang berharap manunggalnya TNI dan rakyat melalui TMMD ini mampu menjadi pilar utama dalam mewujudkan kesejahteraan warga dan memastikan tidak ada satu pun masyarakat yang tertinggal dalam proses pembangunan menuju Semarang yang semakin hebat. (HS-08)

 

 

Dekatkan Layanan Kesehatan ke Pelosok, Bupati Kebumen Tinjau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Watukelir

Mentan Amran Sulaiman Sebut Stok Beras 5.000.198 Ton dan Tahun 2025 Tak Impor