in

Panen Perdana Sukses, Greenhouse Melon Giriroto Boyolali Diharapkan Jadi Percontohan

Bupati Boyolali Agus Irawan menghadiri acara panen perdana melon di Greenhouse Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Rabu (7/10/2026). (Foto : boyolali.go.id)

 

 

HALO BOYOLALI – Kemitraan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali bersama PT BPR Bank Boyolali (Perseroda) dengan CV Estu Sae Jaya dalam mengembangkan pertanian budi daya melon dengan media greenhouse membuahkan hasil yang memuaskan.

Panen perdana dilaksanakan Rabu (7/10/2026) bersama Bupati Boyolali Agus Irawan dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Boyolali Dita Agus Irawan di Greenhouse Giriroto, Kecamatan Ngemplak.

Ditemui di lokasi, Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Boyolali, Suyanta mengatakan, dalam satu greenhouse ini setidaknya ada 1.800 batang pohon melon.

Dari lima greenhouse yang ada, dengan kegagalan tidak sampai 0,3 persen. Meski sempat diserang hama tikus pada buah pertama, namun buah berikutnya masih tumbuh lagi.

Ia menjelaskan, masa panen melon adalah setiap 70 hari, sehingga dalam waktu satu tahun bisa panen empat kali.

Setiap panen, harga standar yang dibanderol dengan kemitraan sebesar Rp16 ribu per kilogram. Sedangkan jika dibuka untuk wisata petik melon bisa mencapai harga Rp30 ribu per kilogram.

Hasil ini sangat menjanjikan karena biaya produksi setiap pohon melon hanya berkisar Rp7-10 ribu.

Dengan program kemitraan ini, lanjut Suyanta, petani akan diberikan pinjaman oleh PT BPR Bank Boyolali (Perseroda) sebesar Rp225 juta, yang kemudian oleh CV. Estu Sae Jaya akan dibangunkan greenhouse, beserta segala perlengkapan yang dibutuhkan dan bibit pohon melon.

Selain itu, CV Estu Sae Jaya juga melakukan pendampingan sejak masa tanam hingga masa panen.

Meski masih ada hambatan berupa hama, namun menurut Suyanta masih minim resiko dibandingkan dengan tanaman di lahan terbuka.

“Melon ini kalau memang benar-benar tahu, benar-benar paham betul, sangat menguntungkan. Dan ini untuk merubah pendapatan petani agar lebih meningkat dan kesejahteraan akan meningkat,” ujar Suyanta, seperti dirilis boyolali.go.id.

Salah satu petani Giriroto, Ahmad Rajih Rahmawan mengaku, hasil yang didapat dari budi daya melon dengan greenhouse lebih menjanjikan dibandingkan dengan di lahan terbuka. Hal ini dikarenakan budi daya di dalam greenhouse tidak terpengaruh cuaca sekitar.

“Harapannya dengan adanya beberapa greenhouse yang sudah berhasil ini bisa memotivasi petani-petani yang lain yang mau gabung agar sampai belakang bisa penuh dengan greenhouse sehingga ada ikonik di Desa Giriroto, sehingga meningkatkan perekonomian desa,” ungkap pria 28 tahun ini.

Saat ikut memanen melon, Bupati Agus menyampaikan harapan greenhouse ini akan lebih meningkatkan kesejahteraan petani dan menjadi percontohan bagi desa maupun kecamatan yang lain.

Pihaknya menuturkan, saat ini para petani harus mulai berinovasi salah satunya dengan greenhouse.

“Harapannya ini menjadi percontohan untuk petani yang lainnya atau desa-desa lain untuk mengembangkan ini, karena ini sudah tentu lebih aman. Nanti kita pindah lagi, kalau yang diatas mungkin nanti greenhouse-nya sayur-sayuran juga bisa, jadi sesuai dengan potensi besar di setiap wilayah masing-masing,” tandas Bupati Agus.

Pada acara panen tersebut, Bupati Agus juga menyerahkan beberapa bantuan pertanian.

Adapun bantuan tersebut adalah Jaringan Irigasi Tersier yang diberikan kepada Kelompok Tani (KT) Lanjar Lestari Desa Gagak Sipat dan KT Rukun Santoso III Desa Ngresep.

Kemudian bantuan benih padi 500 kilogram yang diterima oleh KT Kismo Martani VII Desa Kismoyoso dan bantuan benih padi 550 kilogram bagi KT Sido Tentrem II Desa Dibal.

Selanjutnya bantuan Irigasi Perpompaan yang diberikan kepada KT Sidodadi Desa Manggung dan KT Giriroto V Desa Giriroto.

Dan yang terakhir adalah bantuan rumah burung hantu (Rubuha) 10 Unit Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Indonesia (BI) kepada Gapoktan Seneng Maju Desa Dibal dan Gapoktan Tani Maju Desa Manggung. (HS-08)

 

 

Pemkab Boyolali Gelontorkan Hibah Rp1,5 Miliar untuk 86 Tempat Ibadah dan Lembaga Pendidikan Keagamaan

Hadiri Sambung Rasa di Desa Jatipuro, Bupati Klaten Langsung Beli Kotak Tisu Berhias Bebek Bonggol Kayu