HALO KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten Karanganyar memberikan insentif kepada para pengajar keagamaan nonformal dan penjaga rumah ibadah di Kecamatan Jatipuro, Kamis (8/10/2026), sebagai bentuk apresiasi kepada mereka.
Penyerahan insentif dilakukan langsung oleh Bupati Karanganyar, H Rober Christanto didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sri Suboko, serta Camat Jatipuro Kamto.
Di Kecamatan Jatipuro, Pemkab Karanganyar menyalurkan insentif sebesar Rp75 juta bagi penjaga rumah ibadah dan Rp124,8 juta bagi pengajar keagamaan nonformal.
Bupati Rober menyampaikan, insentif tersebut merupakan bentuk perhatian dan penghargaan pemerintah daerah kepada mereka yang selama ini berkontribusi dalam kehidupan masyarakat, baik melalui pendidikan keagamaan maupun menjaga keberlangsungan aktivitas di rumah ibadah.
“Pengabdian panjenengan semua memiliki arti penting bagi masyarakat. Tidak hanya dalam kehidupan keagamaan, tetapi juga dalam membangun karakter dan menjaga kerukunan di lingkungan masing-masing,” ujar Bupati Rober, seperti dirilis karanganyarkab.go.id.
Menurutnya, pengajar keagamaan turut membantu membentuk karakter dan nilai moral generasi muda.
Sementara penjaga rumah ibadah memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan ibadah yang nyaman sehingga aktivitas keagamaan dapat berjalan dengan baik.
Bupati berharap insentif tersebut dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi penyemangat bagi para penerima untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.
“Semoga bantuan ini memberikan manfaat dan menjadi bentuk perhatian pemerintah kepada panjenengan semua. Mari bersama-sama menjaga kerukunan, ketenteraman, dan kehidupan masyarakat yang harmonis,” pesannya.
Suasana akrab terlihat dalam kegiatan tersebut. Bupati berinteraksi langsung dengan para penerima sebelum kegiatan ditutup dengan foto bersama.
Melalui program ini, Pemkab Karanganyar menegaskan komitmennya untuk terus memberikan perhatian kepada para pengajar keagamaan dan penjaga rumah ibadah sebagai bagian penting dalam membangun masyarakat yang berkarakter, religius, rukun, dan tenteram. (HS-08)

