in

Musim Kemarau Panjang, Harga Tembakau Kendal Capai Rp 76 Ribu Per Kilogram

Petani melaksanakan proses penjemuran rajangan daun tembakau di Kendal.

HALO KENDAL – Minimnya curah hujan di musim kemarau membuat kualitas daun tembakau tahun ini dinilai lebih baik dibanding sebelumnya. Hal itu juga membawa berkah bagi sebagian petani tembakau di Kabupaten Kendal.

Kondisi tersebut mendorong kenaikan harga jual di beberapa kecamatan. Bahkan tembakau dengan kualitas terbaik kini dihargai hingga Rp 76 ribu per kilogram.

Hal itu disampaikan Sobirin, petani tembakau di Desa Sendangdawung, Kecamatan Kangkung. Menurutnya pada panen sekarang kualitas daun tembakaunya lebih baik dari sebelumnya.

“Alhamdulillah untuk panen tembakau kali ini lebih baik dari sebelummya. Harga jual tembakau di sini tertinggi mencapai Rp 76 ribu per kilogram,” ungkapnya, Minggu (13/9/2026).

Hal yang sama juga disampaikan petani tembakau di Desa Rowobranten, Kecamatan Gemuh, Syamsudin. Menurutnya, cuaca kering membuat kualitas hasil panen tembakaunya lebih baik.

“Kalau tahun lalu banyak hujan, sehingga kualitas tembakau kurang bagus. Tahun ini cuacanya lebih kering, sehingga kualitas daun lebih baik dan harganya juga meningkat,” ujarnya.

Syamsudin menjelaskan, dirinya menanam tembakau di lahan sekitar 2 hektare. Ia menyebut, dalam satu musim, lahannya menghasilkan sekitar 45 wadah, dengan setiap wadah berisi sekitar 50 hingga 60 kilogram tembakau.

“Untuk biaya produksi hingga pengolahan, saya mengeluarkan modal sekitar Rp 60 juta. Sementara omzet penjualan diperkirakan mencapai Rp 240 juta,” jelasnya.

Syamsudin juga mengungkapkan, untuk proses pengolahan tembakau, dirinya juga melibatkan sekitar 15 pekerja dan dilakukan hingga malam hari untuk menjaga kualitas hasil panen sebelum dipasarkan.

“Memang ada daerah yang kekurangan air karena kemarau, tetapi bagi tembakau kondisi kering seperti tahun ini justru bagus. Hasilnya lebih baik, sehingga petani bisa mendapatkan keuntungan,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Syamsudin, kondisi cuaca juga mendukung harga jual meningkat. Hal itu menjadi momentum bagi petani tembakau di Kendal untuk meningkatkan produksi dan pendapatan.

Di sisi lain, petani tembakau di Desa Ngampel Wetan Kecamatan Ngampel, M Syaefudin mengatakan, meski sempat mengalami kenaikan harga menjadi Rp 72 ribu per kilogram, namun sekarang harga di daerahnya sudah turun menjadi Rp 68 ribu per kilogram.

“Kemarin harga jual tembakau sempat mencapai Rp 72 ribu per kilogram, tapi sekarang menurun jadi Rp 68 ribu per kilogram. Mungkin karena tanam tembakau kami terakhir, jadi harganya segitu,” ujarnya.(HS)

Tak Mengejar Juara, Zainuddin Jadikan MTQ XXXI sebagai Jalan Belajar Tilawah

Cari Suvenir MTQ Nasional Mulai Rp8.000, Yuk Kunjungi Dekranasda Store Jateng di Kawasan Simpanglima