in

Tampil di Pawai MTQ Nasional XXXI, Kontingen Kendal Perkenalkan Kota Santri dan Bawa Ikon Masjid Agung

Kontingen Kendal di Pawai MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026).

HALO KENDAL – Defile kontingen Kabupaten Kendal mencuri perhatian saat mengikuti Pawai Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI yang berlangsung di jalan protokol Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026).

Dalam acara tersebut Kendal Dengan mengusung tema “Kendal Kota Santri” yang menampilkan ikon Masjid Agung Kendal, Duta Santri, serta Tim Hadroh sebagai representasi identitas keislaman dan budaya daerah.

Rute pawal ta’aruf jauhnya sekitar 2,5 kilometer tersebut, mengambil start dari kawasan Balai Kota Semarang menuju halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Sebanyak 46 defile /kafilah dari berbagai provinsi, kabupaten/kota, instansi, dan lembaga di Jawa Tengah mengikuti kegiatan tersebut.

Sepanjang rute, peserta menampilkan beragam kekayaan Nusantara melalui busana adat, ornamen budaya, musik tradisional hingga atraksi drumband. Berbagai identitas Merah tersebut berpadu dalam satu arak-rakan yang menarik perhatian masyarakat.

Perwakilan Kontingen Kendal dari Bagian Kesra Setda Kendal, Umar Khalil mengatakan, keikutsertaan dalam Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI menjadi momentum memperkenalkan Kendal sebagai Kota Santri sekaligus membawa pesan keimanan dan akhlak.

“Kehadiran Kabupaten Kendal dalam kegiatan membawa semangat dan kebanggaan dengan mengusung tema ‘Kendal Kota Santri”. Tema tersebut menjadi gambaran atas kehidupan masyarakat Kendal yang menjunjung tinggi nilai-nilai keimanan, ilmu pengetahuan, dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Umar menjelaskan, kontingen Kendal membawa mobil hias berbentuk ikon Masjid Agung Kendal yang ditempati dua Duta Santri putra dan putri. Keduanya menjadi simbol generasi Qur’ani wang diharapkan mampu menjaga nilai Tagamaan dan akhlak.

“Pada barisan terdepan, kami membawa mobil hias berbentuk ikon Masjid Agung Kendal. Masjid tersebut kami hadirkan sebagai simbol pusat peradaban Islam di Kabupaten Kendal, sekaligus menjadi bagian dari perjalanan dakwah dan pembinaan masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, Tim Hadroh dari siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri Kendal turut engiringi pawai dengan lantunan sholawat an Asmaul Husna.

Rombongan jalan kaki juga melibatkan Bagian Kesra Setda Kendal, Kemenag Kendal, serta santri dan santriwati Pondok Pesantren Al Itqon Patebon.

“Kebersamaan seluruh unsur tersebut menunjukkan semangat gotong royong dalam mendukung kegiatan MTQ sekaligus memperkuat syiar Alquran,” imbuh Umar.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen bersama Menteri Agama Tasaruddin Umar, turut menyambut pawai ta’aruf.

Pihaknya sangat mengapresiasi partisipasi daerah dan menilai pawai menjadi ruang memperkenalkan budaya sekaligus memperkuat persatuan.

“Kita pengin menampilkan kebudayaan-kebudayaan dari berbagai daerah, untuk bersatu padu membangun Indonesia ini dengan lewat MTQ Nasional,” ungkap Taj Yasin.

Dirinya menambahkan, keberagaman peserta enunjukkan MTQ menjadi ruang ebersamaan tanpa membedakan latar belakang.

“Ini kita tahu bahwa ini adalah sebuah keberkahan buat kita bersama masyarakat Jawa Tengah, yang tidak melihat suku, ras, agama, semuanya berkumpul, dan kita bersatu,” jelas Wagub Jateng.(HS)

Kafilah Terpukau Keramahan Warga Semarang, MTQ Nasional Jadi Ruang Persaudaraan