in

MTQ Nasional XXXI di Semarang Bawa Pesan Damai dan Perputaran Ekonomi Rp 1,2 Triliun

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat membuka MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026).

HALO SEMARANG – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Jawa Tengah bukan sekadar arena perlombaan membaca, menghafal, dan memahami Al-Qur’an. Di tengah kehadiran ribuan kafilah dari berbagai daerah, gelaran nasional ini membawa pesan yang lebih luas: tentang kedamaian, kebersamaan, kolaborasi, dan keberagaman Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat membuka MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026).

“MTQ di Kota Semarang, Jawa Tengah ini untuk memancarkan kedamaian ke seluruh Indonesia dan dunia,” kata Luthfi.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Agama dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Pusat yang telah memberikan kepercayaan kepada Jawa Tengah sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXI.

Menurut Luthfi, MTQ tidak semestinya dipandang sebatas kompetisi keagamaan. Kehadiran para kepala daerah dari berbagai latar belakang dalam pembukaan menjadi gambaran bahwa kegiatan tersebut dapat menjadi ruang perjumpaan masyarakat Indonesia.

“Di tengah-tengah kita ada pimpinan daerah yang mempunyai latar belakang berbeda. Ini menunjukkan MTQ tidak hanya milik umat Islam tetapi menjadi ruang kebersamaan bagi seluruh masyarakat di Indonesia,” ujarnya.

Semangat keberagaman itu terlihat dari kehadiran para kepala daerah dan wakil kepala daerah dari berbagai wilayah Indonesia. Sebanyak 14 gubernur turut hadir, di antaranya Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Gubernur Jambi Al Haris, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhammad Iqbal, Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, dan Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu.

Tujuh wakil gubernur juga hadir, yakni Wagub Daerah Istimewa Yogyakarta Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X, Wagub Sumatera Barat Vasko Ruseimy, Wagub Lampung Jihan Nurlela, Wagub Sumatera Utara Surya, Wagub Kalimantan Tengah Edy Pratowo, Wagub Papua Barat Mohammad Lakotani, serta Wagub Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.

Selain para pimpinan daerah, MTQ Nasional XXXI diikuti kafilah dari 37 provinsi dengan total 2.242 peserta. Mereka akan berkompetisi dalam delapan cabang, 24 golongan, dan 48 kategori musabaqah.

Namun, Luthfi menegaskan bahwa gelaran tersebut tidak semata-mata berbicara mengenai siapa yang menjadi juara.

“MTQ Nasional ini jauh dari kepentingan apa pun, termasuk dari sekadar juara. Saya meyakini bahwa seluruh peserta adalah juara, karena telah membaca dan mengamalkan Al-Qur’an,” katanya.

Selain membawa pesan keagamaan dan persatuan, kehadiran ribuan kafilah serta pimpinan daerah juga memberi dampak terhadap aktivitas ekonomi di Kota Semarang dan Jawa Tengah.

Masing-masing daerah membawa produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk dipamerkan selama pelaksanaan MTQ Nasional hingga 20 September 2026.

Menurut Luthfi, keberadaan UMKM dari berbagai provinsi membuat dampak ekonomi MTQ tidak hanya dirasakan pelaku usaha di Jawa Tengah.

“MTQ Nasional ini implikasinya tidak hanya kepada UMKM di Jawa Tengah tapi seluruh provinsi, karena para gubernur membawa UMKM-nya ke tempat kita. Diperkirakan hampir Rp1,2 triliun perputaran ekonomi pada MTQ Nasional di tempat kita ini,” jelasnya.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengapresiasi kemeriahan MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah.

Menurut dia, MTQ dapat menjadi ruang untuk membentuk sumber daya manusia yang cerdas sekaligus memiliki akhlak mulia.

“Ini juga ajang silaturahmi dari berbagai daerah di Indonesia. Di sini bertanding iya, tetapi paling utama saling mengenal dan bersatu,” katanya.

Menteri Agama Nasaruddin Umar juga menilai pelaksanaan MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah berlangsung meriah. Selain perlombaan, berbagai kegiatan pendukung turut digelar, mulai dari seminar yang diikuti hampir 5.000 peserta hingga pameran UMKM.

Ia menilai antusiasme masyarakat Jawa Tengah terhadap Al-Qur’an sangat besar. Pada MTQ kali ini juga terdapat sejumlah pengembangan dalam cabang perlombaan, termasuk kaligrafi digital yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

“Kecintaan masyarakat Jawa Tengah dengan Al-Qur’an ini sangat besar. Pada MTQ Nasional di Jawa Tengah ini juga ada penambahan beberapa cabang perlombaan termasuk kaligrafi digital, juga melibatkan AI,” ungkapnya.

Nasaruddin menambahkan, penataan lokasi penyelenggaraan yang lebih terkonsentrasi juga membuat sejumlah venue relatif lebih mudah dijangkau dan memberikan pengalaman berbeda bagi peserta.

Sementara itu, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos berharap MTQ Nasional XXXI dapat membawa cahaya dan harmoni bagi perjalanan Indonesia menuju Indonesia Emas yang berkeadilan.

Ia mengaku memiliki kesan positif selama berada di Jawa Tengah, terutama terhadap keramahan masyarakat serta kuliner yang dinilai enak dan ekonomis.

Sherly berharap seluruh rangkaian MTQ Nasional XXXI dapat berjalan lancar dan meninggalkan kesan baik bagi seluruh kafilah yang datang dari berbagai penjuru Indonesia.

Di Semarang, Al-Qur’an dipertemukan dengan keberagaman Indonesia. Dari panggung musabaqah hingga stan UMKM, MTQ Nasional XXXI menjadi ruang bertemunya tradisi, gagasan, persaudaraan, sekaligus aktivitas ekonomi—dengan satu pesan yang hendak dibawa pulang: Indonesia boleh beragam, tetapi tetap bisa duduk dan bertumbuh bersama.(HS)

Bawa Bendera MTQ, Sekda Jateng Ajak Warga Wara-Wara Semarang Jadi Tuan Rumah

Kafilah Terpukau Keramahan Warga Semarang, MTQ Nasional Jadi Ruang Persaudaraan