in

Perpusda Kendal Gelar Festival Literasi, Berikan Ruang Generasi Muda untuk Berekspresi dan Dorong Tumbuhnya Kreativitas Lokal

Peresmian Festival Literasi 2026, di Pelataran Perpusda Kendal, Sabtu (12/9/2026).

HALO KENDAL – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kabupaten Kendal, menggelar Festival Literasi 2026, yang dibuka Sabtu malam (12/9/2026) di Pelataran Perpusda Kendal. Kegiatan turut mengundang berbagai stake holder terkait dan juga elemen masyarakat.

Asisten Adm Umum Setda Kendal, Muntoha yang juga Plt Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kendal dalam sambutannya yang membacakan sambutan Bupati menyampaikan, pihaknya menyambut baik kegiatan Festival Literasi ini, dengan tema “Berliterasi, Berkolaborasi, Menginspirasi, Berdikari”.

Pihaknya juga mengapresiasi kepada semua pihak yang menyelenggaraan kegiatan ini yang merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk membangun manusia yang cerdas, berkarakter, kreatif, produktif, dan mampu menghadapi tantangan zaman.

“Terima kasih kepada para pegiat literasi, para guru, pustakawan, komunitas dan seluruh pihak yang selama ini menjadi penggerak budaya literasi. Semua jerih payah yang dilakukan mungkin tidak selalu terlihat hasilnya dalam waktu singkat. Namun, harus diyakini bahwa setiap buku yang dibaca, setiap pengetahuan yang dibagikan, dan setiap anak yang terinspirasi untuk belajar merupakan investasi besar bagi masa depan negara kita,” ungkap Muntoha.

Dikatakan, bahwa dunia saat ini bergerak begitu cepat, teknologi berkembang, informasi hadir tanpa batas, dan perubahan terjadi hampir setiap saat, masyarakat tidak cukup hanya memiliki kemampuan membaca dan menulis.

“Kita membutuhkan masyarakat yang mampu membaca informasi dengan kritis, memahami persoalan dengan bijak, mengolah pengetahuan menjadi gagasan, serta mengubah gagasan menjadi karya dan solusi,” ujar Muntoha.

Oleh karena itu, literasi harus diempatkan sebagai bagian penting dari pembangunan daerah. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendirian, gerakan literasi membutuhkan keterlibatan sekolah, keluarga, perguruan tinggi, komunitas, dunia usaha, media, ormas dan seluruh masyarakat.

“Keinginan Kami, agar generasi muda di Kabupaten Kendal bukan hanya menjadi penonton perubahan, tetapi menjadi pelaku perubahan, mampu menghasilkan karya, mengembangkan kreativitas, menciptakan inovasi serta memberikan inspirasi kepada lingkungan sekitar,” ungkap Muntoha.

Pada kesempatan itu pihaknya juga mengajak seluruh masyarakat Kendal, khususnya generasi muda untuk menjadikan literasi sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Muntoha, pembiasaan membaca, gemar berdiskusi, memanfaatkan teknologi secara cerdas dan bertanggung jawab. Di era digital sekarang ini, kemampuan menyaring informasi menjadi sangat penting. Tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum tentu benar, jangan menjadi penyebar berita yang menyesatkan. Sebaliknya, harus menjadi generasi yang kritis, cerdas, santun dan bijak dalam menggunakan media digital.

“Kami berharap, festival literasi ini dapat menjadi
ruang untuk mempertemukan berbagai komunitas, memperkenalkan karya-karya masyarakat, memberikan ruang bagi anak-anak dan generasi muda untuk berekspresi, serta mendorong tumbuhnya kreativitas dan inovasi lokal,” harapnya.

Bupati melalui Muntoha juga berpesan, untuk menjadikan Festival Literasi ini sebagai momentum dalam memperkuat komitmen bersama.

“Kegiatan ini tidak sekedar seremoni semata, semangat literasi harus terus hidup setelah festival ini berakhir, hadir di sekolah, keluarga, desa, ruang publik, perpustakaan desa, taman baca masyarakat. Dengan masyarakat yang literat, kita akan memiliki sumber daya manusia yang semakin berkualitas yang mampu mewujudkan pembangunan daerah yang lebih maju, mandiri dan berkelanjutan,” pesannya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Festival, Andy Nur Karendra, yang juga Sekrataris Dnarpus dalam laporannya mengatakan, Festival Literasi Kabupaten Kendal 2026 tidak sekadar mengajak masyarakat gemar membaca. Lebih jauh, kegiatan tersebut diarahkan untuk membangun budaya berpikir kritis, memperkuat kolaborasi, melahirkan inspirasi, sekaligus mendorong masyarakat semakin mandiri dan berdikari.

Dijelaskan, Festival Literasi Kendal 2026 digelar selama dua hari, Sabtu-Minggu (12-13/9/2026), dengan mengusung tema “Berliterasi, Berkolaborasi, Menginspirasi, Berdikari”.

Menurut Andy, tema tersebut menggambarkan arah gerakan literasi yang tidak berhenti pada kemampuan membaca dan menulis. Literasi harus mampu mendorong masyarakat untuk terus belajar, membangun jejaring dan mengembangkan kapasitas diri.

“Literasi tidak berhenti pada kemampuan membaca dan menulis. Bagaimana kita mampu mendorong masyarakat untuk terus belajar, membangun kolaborasi, menghasilkan inspirasi, sehingga memiliki kemampuan untuk mandiri dan berdikari,” jelasnya.

Andy menyebut, festival menyasar berbagai kelompok masyarakat. Mulai pelajar, mahasiswa, guru, pustakawan, tenaga pengelola perpustakaan, pegiat literasi, komunitas, perpustakaan desa hingga masyarakat umum di Kendal.

Beragam kegiatan disiapkan untuk menghidupkan ekosistem literasi. Rangkaian pra-festival telah diisi cek kesehatan gratis, donor darah, pameran dan gelar karya literasi, bazar, pengemasan konten berbasis budaya lokal, bedah buku, gelar wicara, pentas seni dan kreativitas.

“Sejumlah lomba literasi juga digelar di berbagai wilayah. Di antaranya lomba berpikir, video konten literasi, resensi buku jenjang SMP dan SMA, serta lomba perpustakaan desa. Para pemenang lomba mendapatkan penghargaan dalam rangkaian festival,” beber Andy.

Kegiatan juga melibatkan sekolah dan sejumlah komunitas. Panggung hiburan diisi tari payung SMPN 2 Brangsong, AA Musica Vocal and Music, modern dance SMKN 1 Kendal, Good Band SMAN 2 Kendal, SMS Band, serta fashion show dari Komunitas Model Kendal, dan SMKN 1 Kendal

“Pentas budaya turut menjadi bagian festival. Barongan dari Sanggar Kecakling yang tampil pada panggung utama, disusul penampilan Sanggar Maringin pada hari berikutnya,” ungkap Andy.

Dirinya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut. Mulai perangkat daerah, donatur, satuan pendidikan, pegiat literasi, komunitas, UMKM hingga seluruh panitia.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan berpartisipasi dalam penyelenggaraan Festival Literasi tahun ini. Kolaborasi ini menjadi kekuatan untuk terus mengembangkan budaya literasi di Kabupaten Kendal,” pungkas Andy.(HS)

MTQ Nasional XXXI Bukan Sekadar Lomba, UMKM Nusantara Buka Pasar Lintas Daerah