in

Meski Menang, Manajemen Minta Pelatih PSIS Evaluasi Permainan Lawan Persela

General Manager PSIS, Wahyoe “Liluk” Winarto.

 

HALO SEMARANG – Manajemen PSIS mengaku puas atas perolehan tiga poin dari lawatan Tim Mahesa Jenar di kandang Persela Lamongan pada pertandingan pekan kedua kompetisi Shopee Liga 1 2020 di Stadion Surajaya, Kabupaten Lamongan, Sabtu (7/3/2020). Meski begitu, manajemen tetap meminta tim pelatih untuk melakukan evaluasi terkait permainan Hari Nur dan kawan-kawan yang sempat menurun pada babak kedua di laga itu.

Meski akhirnya Laskar Mahesa Jenar berhasil unggul atas Laskar Joko Tingkir dengan skor 2-3, pihak manajemen tetap meminta adanya evaluasi tim untuk persiapan menghadapi laga selanjutnya.

“Banyaknya pemain yang mendapat kartu kuning dan hilangnya konsentrasi pemain setelah menit ke-60, membuat manajemen meminta adanya perbaikan sebelum pertandingan berikutnya. Tentunya kami bersyukur dan mengapresiasi kerja keras pemain yang telah berhasil membawa pulang tiga poin dari Persela,” ucap General Manager PSIS, Wahyoe “Liluk” Winarto, Minggu (8/3/2020).

Dikatakan, masih ada beberapa hal yang harus dievaluasi dari skuad PSIS, sehingga pada laga-laga selanjutnya bisa meraih hasil maksimal.

“Khususnya masalah emosi pemain dan konsentrasi pemain yang masih menjadi pekerjaan rumah yang harus kami benahi secara bersama-sama,” imbuh Liluk.

Liluk juga meminta kepada anak asuhnya untuk tidak cepat berpuas diri pasca-kemenangan melawan Persela. Dia tetap meminta para pemainnya rendah hati dan kembali fokus menatap pertandingan selanjutnya melawan Arema FC di Stadion Moch Soebroto Magelang, Sabtu (14/3/2020).

Sebelumnya, bek PSIS Wallece Costa mengakui, saat bertandang ke kandang Persela, PSIS sempat kehilangan kosentrasi setelah unggul 3-0 pada babak pertama.

“Kami akan berusaha memperbaiki diri pada laga selanjutnya,” katanya.(HS)

Ngumpul Bareng Bus Mania Community, Jadi Inspirasi Ganjar untuk Perbaiki Pelayanan Transportasi Umum

Pemkot Semarang Berupaya Agar Isu Corona Tak Ganggu Aktifitas Ekonomi