PESONA alam Indonesia tidak pernah ada habisnya untuk diekplore karena kaya akan keindahan yang menjadi daya tarik bagi wisatawan berkunjung untuk berlibur. Menyuguhkan pemandangan luar biasa dengan hamparan laut yang jernih, sekaligus dikelilingi pulau-pulau kecil, menjadi magnet tersendiri untuk dikunjungi oleh wisatawan. Salah-satunya destinasi wisata favorit Laboan Bajo yang berada di Pulau Padar dan Pulau Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pekan lalu nampak wisatawan banyak sekali yang berkunjung. Tidak hanya didominasi oleh wisatawan nusantara namun juga dari mancanegara. Misalnya saat berada di Pulau Padar, sejumlah wisatawan mancanegara sangat antusias untuk menuju Labuan Bajo, salah satu destinasi wisata terkenal di wilayah Indonesia Timur itu. Selain tentunya berkunjung ke destinasi lainnya, seperti Pulau Komodo dan Pulau Kanawa, yang masih berada di dalam wilayah Taman Nasional Komodo.
Untuk mencapai Pulau Padar hanya bisa ditempuh lewat jalur laut, dan harus memakai kapal /perahu yang biasa disewa wisatawan untuk melakukan perjalanan. Seperti kapal pinisi, kapal cepat lain, maupun kapal sejenis yang ukurannya lebih kecil. Kapal ini sebagai sarana transportasi satu-satunya di sini.
Selama dalam perjalanan, wisatawan akan melewati beberapa pulau kecil yang tidak berpenghuni. Ditemani deburan ombak dan pemandangan laut yang jernih, serta menikmati keindahan lampu-lampu yang terpantul dari kapal pinisi yang tengah bersandar. Keindahan alam berupa sun rise yang terlihat dari atas geladak kapal juga sayang untuk dilewatkan.
Jika beruntung wisatawan juga akan melihat fenomena langka, berupa atraksi kawanan lumba-lumba yang mengejar kapal yang ditumpangi wisatawan. Sesekali ikan ini meloncat ke udara dan muncul kembali, dan akhirnya menghilang di tengah selat.
Di Pulau Padar wisatawan langsung disuguhi beberapa penjual pernak-pernik seperti gelang mutiara, replika komodo, dan minuman kelapa. Bagi yang ingin ke puncak maka embutuhkan stamina yang prima. Karena jalur yang cukup menanjak dan harus melalui lima pos yang harus didaki untuk sampai puncak. Saat ini akses jalur naik ke atas ini sudah terbuat dari cor semen dan bisa ditempuh sekitar 30 menit sampai satu jam.
Dari atas Pulau Padar wisatawan akan dimanjakan dengan sebuah pemandangan luar biasa dengan hamparan laut jernih dengan dikelilingi oleh pulau-pulau kecil yang eksotis. Keindahan alam ini dipastikan akan mampu menghipnotis wisatawan yang berkunjung. Bahkan karena eksotisnya gambaran Pulau Padar dan Pulau Komodo ini juga tercetak di lembaran uang kertas terbaru yakni pecahan Rp 50.000 yang dicetak Bank Indonesia (BI) Tahun Emisi (TE) 2022.
Pulau Padar adalah pulau terbesar ketiga di wilayah Taman Nasional Komodo, yaitu setelah pulau Komodo dan Pulau Rinca. Di Pulau Padar ini tidak dihuni hewan endemik, dan spesies kadal besar atau sering dikenal komodo (Varanus Komodoensis), karena kurangnya sumber makanan. Namun masih dihuni oleh hewan mamalia seperti Rusa Timor (Rusa Timorensis), lalu kalong besar (Pteropus Vampyrus), dan jenis reptil yakni ular hijau, ular tikus sunda.
Sedangkan hewan Komodo sendiri hanya bisa ditemukan wisatawan di beberapa pulau saja di wilayah Taman Nasional Komodo. Salah satunya yakni di Desa Komodo yang ada di Kecamatan Manggarai Barat, NTT. Disini masih dihuni oleh ribuan ekor komodo yang hidup berdampingan dengan penduduk lokal. Komodo biasanya menyebar di kawasan hutan.
“Setidaknya di Desa Komodo saat ini ada kurang lebih 1.600 ekor komodo yang menyebar di sekitar area hutan, juga hidup berdampingan dengan masyarakat,” ujar salah satu anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Komodo, Sahril Abubekar, baru-baru ini.
“Kebanyakan yang datang ke sini adalah wisatawan mancanegara, yakni sekitar 30 persen jika dibandingkan dengan wisatawan lokal. Biasanya yang datang ingin melihat komodo, selain juga ada untuk tujuan penelitian,” katanya.
Sahril menambahkan, komodo memiliki sifat aktif di pagi sampai sore hari, sedangkan malam harinya dimanfaatkan untuk istirahat.
“Untuk melihat komodo biasanya pagi sampai siang hari, kalau sore kadang sudah kembali ke sarangnya untuk istirahat,” imbuhnya.
Salah satu wisatawan, Elly mengatakan, drinya merasa penasaran untuk melihat dari dekat hewan unik komodo ini.
“Awalnya memang terkesan serem melihat dari dekat. Tapi, karena ditemani petugas di sini jadi merasa aman aja,” katanya.
“Dan beruntung banget bisa melihat komodo secara langsung. Jadi sedikit tahu kalau Komodo itu kalau makan pun tidak setiap hari, dan aktifnya di pagi sampai sore hari saja,” katanya. (HS-06)