MESKI musim liburan sekolah telah tiba, tak membuat Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang turun semangatnya untuk bisa meningkatkan minat baca masyarakat baik pada anak-anak, remaja maupun dewasa. Salah satunya dengan menyediakan fasilitas buku bacaan di dalam mobil Perpustakaan Keliling yang setiap hari bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya.
Menariknya, walaupun saat ini anak sekolah masih libur, mobil perpustakaan keliling yang biasanya lebih banyak mengunjungi sekolah-sekolah dan balai RW di kelurahan, kini memilih untuk menyasar tempat umum. Selain tempat wisata juga mampir di Pasar Karangayu Semarang.
Seperti terlihat pada Senin (4/7/2022), sebuah mobil perpustakaan nampak parkir di bagian belakang Pasar Karangayu, mulai pagi dari sekitar pukul 09.00 WIB. Beberapa saat kemudian nampak sejumlah anak-anak bersama orang tuanya, sempat berkunjung ke mobil pintar ini untuk baca-baca buku. Meski kunjungan warga itu dalam waktu singkat, kegiatan ini diharapkan bisa mulai dibiasakan sejak dini kepada anak-anak.
Nampak ratusan koleksi judul buku tersusun rapi di dalam rak mobil khusus tersebut. Rizka Ari, salah satu pustakawan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang, mengatakan, minat baca warga Kota Semarang cukup baik, karena dari beberapa kunjungan ke sekolah dan balai RW maupun tempat keramaian, selalu menarik minat mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa.
“Kalau anak-anak yang paling banyak dibaca dan dicari buku-buku ensiklopedi, cerita atau dongeng anak. Sedangkan, remaja senang membaca cerita fiksi seperti novel dan majalah. Kalau dewasa, terutama ibu-ibu saat kunjungan ke kelurahan-kelurahan biasanya lebih mencari buku resep masak,” terangnya, saat ditemui di Pasar Karangayu, Senin (4/7/2022).
Dia menambahkan, aktivitas membaca lebih banyak dijumpai di Kantor Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang, karena lokasinya saat ini berdekatan dengan beberapa kampus di wilayah Tembalang. Ada yang meminjam koleksi untuk mengerjakan tugas kuliah atau sekadar menghabiskan waktu senggang dengan membaca buku pilihan.
“Sementara ini kami memang menyasar ke pasar dan taman karena masih musim liburan sekolah. Tapi kadang ke kelurahan kalau ada permintaan layanan. Kami menjaring pembaca yang ada di tempat-tempat umum, seperti saat ini. Kalau minggu lalu ada layanan di Kelenteng Sam po kong,” paparnya.
Diharapkan, kegiatan perpustakaan keliling makin massif dan makin dikenal masyarakat luas, terutama orangtua.
“Karena saat ini orangtua sering memberikan gudget untuk menonton youtube agar anaknya tidak rewel dan nangis. Padahal kebiasaan membaca buku banyak manfaatnya jika diperkenalkan sejak dini kepada anak. Salah-satunya agar anak mampu berkomunikasi dengan baik, karena biasa membaca buku,” imbuhnya.
Saat ini, lanjut dia, total ada empat armada perpustakaan keliling, tiap armada terdapat koleksi sekitar 500 judul buku. “Kalau untuk bukunya sih ada ribuan jumlahnya,” katanya.
Salah satu staf Dinas Arsip dan Perpustakaan, Nanda mengatakan, setiap kunjungan di satu sekolah ada sekitar 50 orang.
“Kalau di kelurahan lebih banyak anak-anak tapi juga didampingi orangtuanya. Kalau di pasar, kunjungan lebih sedikit karena orang lebih banyak ke pasar buru-buru, sehabis belanja langsung pulang. Tapi ada beberapa yang datang berkunjung tapi sebentar, buka layanan dari pagi belum ada yang meminjam buku,” pungkasnya. (HS-06)