in

Kirab Keris Pusaka Kyai Bisma di Blora, Peserta Tak Boleh Berbicara

Bupati Blora, Arief Rohman menyerahkan Keris Kyai Bisma, kepada Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Blora, Pujo Catur Susanto, sebelum pusaka itu dikirab mengelilingi Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora. (Foto : blorakab.go.id)

 

HALO BLORA – Pemerintah Kabupaten Blora, menggelar kirab pusaka Kyai Bisma, dalam rangka menyambut peringatan Hari Jadi Ke-273 Kabupaten Blora.

Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan Olahraga Kebudayaan Pariwisata (Dinporabudpar) Blora, Kunto Aji, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud pelestarian budaya leluhur.

“Keris Kyai Bisma merupakan pusaka peninggalan Bupati Blora terdahulu, yang diwariskan turun temurun kepada Bupati selanjutnya,” kata dia, seperti dirilis blorakab.go.id, baru-baru ini.

Dia menuturkan, kirab Keris Kyai Bisma, dilaksanakan Sabtu (3/12/2022) malam yang prosesinya dimulai pukul 22.00 hingga selesai dengan istilah temu gelang.

Sebelumnya, dilakukan pula jamasan atau pembersihan keris Kyai Bisma, yang dilaksanakan di lapangan tenis sebelah rumah dinas Bupati Blora, Sabtu (3/12/2022).

Selain Kyai Bisma, ada pula dua keris milik pribadi Bupati Blora, yang saat itu turut serta dijamas.

Rangkaian proses kirab tersebut, didukung pula oleh paguyuban pandemen tosan aji Blora, pemerhati budaya, dan Dewan Kebudayaan Kabupaten Blora.

Semua peserta kirab mengenakan busana pakaian adat jawa, beskap hitam, dan bawahan kain batik, serta penutup kepala berupa blangkon.

Bertindak sebagai cucuk lampah, adalah Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Blora, Irfan Agustian Iswandaru.

Adapun pembawa Keris Kyai Bisma, adalah Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Blora, Pujo Catur Susanto.

Sebelum dikirab, Keris Kyai Bisma diserahkan terlebih dahulu oleh Bupati Blora, Arief Rohman, kepada Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Blora, Pujo Catur Susanto.

Lebih lanjut, Kunto Aji menjelaskan, rute kirab dimulai dari Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, pintu gerbang ke kanan, Jalan RA Kartini, Jalan Dr Soetomo, Kekanan Jalan Gunung Sumbing, Jalan Pemuda, Ke kanan kembali ke Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora melewati pintu depan.

Adapun peserta kirab, adalah mobil Satlantas Polres Blora, pembawa obor, cucuk lampah, penabur bunga, pembawa sesaji, Pusaka Kyai Bisma, pembawa dupa, pembawa pusaka Blora, pembawa obor tengah dan obor belakang.

Usai dikirab, Keris Kyai Bisma yang dipasangi untaian bunga melati ini, kembali disimpan di dalam ruangan rumah Dinas Bupati.

“Kirab ini mejadi tradisi melekat peringatan Hari Jadi Blora, yang biasa disebut Temu Gelang. Artinya memutar dan kembali lagi bertemu di pendopo rumah dinas Bupati Blora,” tuturnya.

Kunto menambahkan, ada ketentuan yang harus ditaati oleh peserta kirab pusaka, yakni dilarang berbicara selama perjalanan sesuai rute yang ditentukan.

“Selama perjalanan tidak boleh bicara dan harus khidmat dengan memanjatkan doa kepada Tuhan agar Kabupaten Blora serta warga masyarakat diberikan keselamatan, dijauhkan dari bencana,” tambahnya.

Dalam acara tersebut sebagian warga Blora turut menyaksikan dan membuat dokumentasi di sepanjang rute yang dilalui kirab pusaka.

Acara itu berbeda dari tahun sebelumnya, karena dihadiri Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara X dari Surakarta dan Rektor ISI Surakarta/Solo.  (HS-08).

Perusahaan di Rembang Wajib Pekerjakan Penyandang Disabilitas

KGPAA Mangkunegara X Bersama Pemkab Blora dan ISI Jalin Kerja Sama Kebudayaan