Harga beras yang biasanya dijual Rp 14 ribu per kilogram, ditawarkan hanya Rp 11 ribu. Telur yang di pasaran mencapai Rp 28 ribu per kilogram, dijual seharga Rp 24 ribu, dan minyak goreng satu liter yang umumnya Rp 17 ribu, dijual Rp 14 ribu.
“Penyesuaian harga ini diharapkan dapat membantu daya beli masyarakat, khususnya di tengah tingginya tekanan ekonomi. Kami hadir untuk membantu masyarakat agar supaya bisa belanja kebutuhan sehari-hari dengan harga di bawah pasaran,” ujar Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari saat meninjau kegiatan.
Bupati menyampaikan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi di Jawa Tengah pada Juni 2025 mencapai 2,20 persen, meningkat 0,54 persen dari Mei yang tercatat 1,66 persen. Karena itu, Pemkab Kendal berinisiatif menggelar pasar murah sebagai solusi jangka pendek menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok.
“Penyumbang dari inflasi ini adalah beras, telur, cabe merah, bawang merah dan lain sebagainya. Acara Gerakan Pangan Murah ini ditempatkan di Kecamatan Singorojo karena di sini kenaikannya paling tinggi dibanding dengan daerah lain di Kabupaten Kendal,” jelasnya.
Sementara Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar menyatakan, pelaksanaan gerakan pangan murah merupakan bentuk sinergitas antara Pemprov Jawa Tengah dengan Pemkab Kendal dan Forkopimda Kendal.
“Seperti yang dikatakan Ibu Bupati, Kecamatan Singorojo ini salah satu penyumbang terbesar inflasi dibanding kecamatan lain yang ada di Kabupaten Kendal. Makanya untuk program ini menyasar di wilayah Kecamatan Singorojo,” ungkapnya. (HS-06)